Impor Produk Kain China Melonjak, KPPI Lakukan Penyelidikan
Rabu, 27 April 2022 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Indikator selanjutnya meningkatnya persediaan akhir karena naiknya jumlah barang yang tidak terjual; menurunnya produktivitas; menurunnya kapasitas terpakai; berkurangnya jumlah tenaga kerja; serta menurunnya pangsa pasar pemohon di pasar domestik.
"Selain itu, API masih membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaikan program penyesuaian struktural yang telah dijanjikan sebelumnya secara optimal," sambung Mardjoko.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik selama periode 2019-2021, telah terjadi penurunan jumlah impor produk kain dengan tren sebesar 21,56%. Pada 2019-2020, terjadi penurunan jumlah impor 42,58%. Namun pada 2020-2021, terjadi peningkatan jumlah impor sebesar 7,16%.
Baca juga: Navigasi Saat Mudik dengan Smartphone Berdaya Jumbo
Impor kain berasal dari Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan, Vietnam, Hongkong, Taiwan, dan Malaysia. Jumlah impor kain terbesar berasal dari Republik Rakyat Tiongkok dengan pangsa impor pada 2021 sebesar 48,87%, diikuti Korea Selatan 12,99%, Vietnam 9,98%, Hong Kong 9,45%, Taiwan 7,03%, dan Malaysia 5,58%.
"Selain itu, API masih membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaikan program penyesuaian struktural yang telah dijanjikan sebelumnya secara optimal," sambung Mardjoko.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik selama periode 2019-2021, telah terjadi penurunan jumlah impor produk kain dengan tren sebesar 21,56%. Pada 2019-2020, terjadi penurunan jumlah impor 42,58%. Namun pada 2020-2021, terjadi peningkatan jumlah impor sebesar 7,16%.
Baca juga: Navigasi Saat Mudik dengan Smartphone Berdaya Jumbo
Impor kain berasal dari Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan, Vietnam, Hongkong, Taiwan, dan Malaysia. Jumlah impor kain terbesar berasal dari Republik Rakyat Tiongkok dengan pangsa impor pada 2021 sebesar 48,87%, diikuti Korea Selatan 12,99%, Vietnam 9,98%, Hong Kong 9,45%, Taiwan 7,03%, dan Malaysia 5,58%.
(uka)
Lihat Juga :