India Krisis Batu Bara, Pemadaman Listrik Melanda Seluruh Negeri

Selasa, 10 Mei 2022 - 08:36 WIB
loading...
India Krisis Batu Bara,...
Selama lebih dari sebulan, pabrik di sebelah Ibu kota India, Delhi mengalami pemadaman listrik yang melumpuhkan karena krisis batu bara. Mulai dari awal April, pemadaman listrik hampir melanda seluruh India. Foto/Dok
A A A
NEW DELHI - Selama lebih dari sebulan, pabrik yang memproduksi barang-barang teknik yakni Sandeep Mall di sebelah Ibu kota India , Delhi mengalami pemadaman listrik yang melumpuhkan. Bahkan terkadang hingga 14 jam sehari di tengah krisis pasokan batu bara .

Kurang lebih 50 mesin pabrik yang terletak pada pusat manufaktur utama di Faridabad menghasilkan beragam produk, mulai dari industri penerbangan, mobil, pertambangan hingga konstruksi. "Setiap kali listrik padam, mesin berhenti, produk setengah jadi ditolak dan kami harus memulai dari awal lagi," kata Mall.

Baca Juga: Harga Batu Bara Merosot, India Lanjutkan Impor dari Rusia

Akhirnya dia menyalakan generator bertenaga diesel untuk menjaga pabrik tetap berjalan. Dia mengatakan, tiga kali lebih mahal untuk menjalankannya dengan diesel daripada yang dia bayarkan kepada otoritas transmisi listrik lokal.

"Ini mengikis daya saing, memotong keuntungan saya. Ini benar-benar berantakan dan sangat membuat frustrasi. Ini adalah pemadaman listrik terburuk yang pernah saya hadapi dalam lebih dari satu dekade," ungkap Mall.

Mulai dari awal April, pemadaman listrik hampir melanda seluruh India, memperlambat pabrik, menutup sekolah, dan memicu demonstrasi. Dua dari tiga rumah tangga mengatakan, mereka menghadapi pemadaman listrik.

Hal itu menurut lebih dari 21.000 orang di 322 distrik yang disurvei oleh LocalCircles, sebuah lembaga. Satu dari tiga rumah tangga mengaku mengalami pemadaman listrik selama dua jam atau lebih setiap harinya.

Setidaknya sembilan negara bagian, termasuk Haryana, tempat pabrik milik Mall berada mengalami pemadaman berkepanjangan. Alasan utama mengapa pasokan listrik sangat terbatas adalah kekurangan batu bara.

Kondisi ini cukup ironis, mengingat India merupakan produsen dan konsumen batu bara terbesar kedua di dunia. Bahan bakar fosil membuat lampu negara tetap menyala: tiga perempat dari listrik yang dihasilkan menggunakan batu bara.

India duduk di atas cadangan batu bara tertinggi ketiga di dunia dan memiliki perusahaan pertambangan batu bara terbesar di dunia tetapi konsumsi per orang masih rendah.

India mengimpor sedikit yakni di bawah seperempat dari konsumsinya: sebagian besar adalah batu bara kokas yang digunakan dalam tanur tinggi untuk membuat baja karena tidak tersedia di dalam negeri. Namun ada kekurangan yang terus-menerus terjadi.

Oktober lalu, India terhuyung-huyung di ambang krisis listrik ketika stok di lebih dari setengah pada 135 pembangkit listrik tenaga batu bara negara itu sangat rendah, atau di bawah 25% dari tingkat normal. Sekarang stok batu bara dikatakan sangat rendah di 108 dari 173 pembangkit listriknya.

Perang di Ukraina membuat harga global batu bara dan gas alam melonjak, membuat impor tidak terjangkau. "Krisis ini lebih buruk daripada tahun lalu karena permintaan yang tinggi. Badai sempurna telah terbentuk sekarang, dan ada banyak alasan untuk disalahkan," kata Rahul Tonga, pengamat senior di Pusat Kemajuan Sosial dan Ekonomi (CSEP).

Gelombang cuaca panas hadir lebih awal dari perkiraan, dimana suhu rata-rata pada bulan April di India utara dan tengah adalah yang tertinggi dalam lebih dari 120 tahun. Kondisi itu telah mendorong permintaan listrik mencapai rekor.

Ditambah lonjakan permintaan seiring pulihnya kembali ekonomi setelah dua tahun pembatasan akibat pandemi. Selain itu, jalur kereta api India sekali lagi membawa lebih banyak lalu lintas penumpang di jalur yang sama dengan barang, menyebabkan lebih sedikit gerbong yang mengangkut batu bara ke seluruh negeri.

"Bukannya India kehabisan batu bara dalam arti absolut. Kami pada dasarnya menghadapi masalah stok, dan ini bukan hal baru. Kami memiliki sistem yang dirancang untuk mengelola kelangkaan dan keterkaitan. Ini tidak dirancang untuk efisiensi, atau untuk tujuan yang tepat. alokasi risiko," kata Tongia.

Permintaan listrik bersifat musiman dan membangun persediaan membutuhkan lebih banyak uang dan memakan waktu, kata para ahli. India terus memperkuat pasokan dengan mengimpor batu bara. "Seseorang tidak dapat dengan mudah memperbaiki kekurangan persediaan selama berbulan-bulan," kata Tongia.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Telah Berubah Menjadi Bencana Ekonomi Bagi India

Pemerintah mengatakan, sedang melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memastikan pasokan. Coal India, penambang batu bara terbesar di dunia, telah meningkatkan produksi sebesar 12%, "memperkuat keamanan energi India", menurut kementerian batu bara federal.

Mereka juga mengirimkan 49,7 juta metrik ton batubara ke perusahaan pembangkit listrik pada bulan April, naik 15% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Selain itu Kereta api telah membatalkan beberapa perjalanan penumpang untuk mengangkut lebih banyak batu bara ke pembangkit yang kekurangan bahan bakar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
India Kembali Naikkan...
India Kembali Naikkan Harga BBM, Sudah 4 Kali dalam Dua Pekan
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Rekomendasi
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved