IHSG Hari Ini Masih Berkutat di Level 6.747 Saat 233 Saham Melemah
Selasa, 10 Mei 2022 - 09:41 WIB
loading...
IHSG hari ini dibuka tertekan di 6.747,56 dengan nilai transaksi perdagangan pada pagi ini, mencapai Rp1,07 triliun dari 688,18 juta saham yang diperdagangkan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini dibuka tertekan di 6.747,56 pada perdagangan hari kedua setelah libur Lebaran, Selasa (10/5/2022). Hingga pukul 09:01 WIB, indeks acuan bergerak di bawah level penutupan kemarin sebesar -201,10 poin atau -2,91% di 6.708,65.
Terdapat 62 saham menguat, 233 saham melemah, dan 215 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp1,07 triliun dari 688,18 juta saham yang diperdagangkan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Masih Dibayangi Tekanan, Pergerakannya di Kisaran 6.722-7.002
Indeks LQ45 turun -2,62% ke 999,01, indeks JII merosot -1,90% ke 583,01, indeks IDX30 anjlok -2,80% ke 534,23, dan indeks MNC36 koreksi -2,67% ke 333,36.
Seluruh indeks sektoral mengalami penurunan antara lain infrastruktur -1,88%, keuangan -2,50%, kesehatan -0,72%, properti -0,88%, industri -1,90%, bahan baku -1,20%, teknologi -4,37%, nonsiklikal -1,21%, siklikal -1,32%, transportasi -2,14%, dan energi -1,78%.
Sejalan dengan koreksi market, investor asing terpantau melakukan net sell lakumulatif sebesar Rp467,29 miliar di awal pembukaan IHSG .
Sementara pembelian asing terhadap sejumlah emiten big caps di pasar reguler antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp6,2 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp3,8 miliar, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp1,2 miliar.
Terdapat 62 saham menguat, 233 saham melemah, dan 215 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp1,07 triliun dari 688,18 juta saham yang diperdagangkan.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Masih Dibayangi Tekanan, Pergerakannya di Kisaran 6.722-7.002
Indeks LQ45 turun -2,62% ke 999,01, indeks JII merosot -1,90% ke 583,01, indeks IDX30 anjlok -2,80% ke 534,23, dan indeks MNC36 koreksi -2,67% ke 333,36.
Seluruh indeks sektoral mengalami penurunan antara lain infrastruktur -1,88%, keuangan -2,50%, kesehatan -0,72%, properti -0,88%, industri -1,90%, bahan baku -1,20%, teknologi -4,37%, nonsiklikal -1,21%, siklikal -1,32%, transportasi -2,14%, dan energi -1,78%.
Sejalan dengan koreksi market, investor asing terpantau melakukan net sell lakumulatif sebesar Rp467,29 miliar di awal pembukaan IHSG .
Sementara pembelian asing terhadap sejumlah emiten big caps di pasar reguler antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp6,2 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp3,8 miliar, dan PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp1,2 miliar.
Lihat Juga :