Buwas Yakin Pemerintah Bakal Atasi Penyakit Mulut dan Kuku

Selasa, 10 Mei 2022 - 20:50 WIB
loading...
Buwas Yakin Pemerintah...
Buwas menyatakan penyakit mulut dan kuku akan diatasi pemerintah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak berpotensi memengaruhi suplai daging sapi dan kerbau. Kemungkinan ini terjadi bila wabah tak tertangani dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Soal Penyakit Mulut dan Kuku, Buwas: Tak Ada Kaitannya dengan Daging Kerbau Impor

Saat ini PMK menginfeksi sejumlah hewan ternak di Jawa Timur (Jatim). Dampaknya diperkirakan akan signifikan terhadap sektor industri peternakan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mengakui hal ini. Menurutnya, suplai daging menjadi terganggu bila PMK menyebar luas. Hanya saja, dia optimistis pemerintah akan segera menangani wabah ini.

"Kita (tunggu) bilamana nanti dari Menteri Perdagangan menyatakan akibat dari perkembangan penyakit, tapi saya yakin tidak berkembang. Tidak mungkinlah pemerintah kita membiarkan penyakit ini terus berkembang dan berdampak pada permasalahan supply (daging kerbau dan sapi," ungkap Buwas saat ditemui di kawasan Gedung Bulog, Selasa (10/5/2022).



Hingga saat ini, lanjut Buwas, pemerintah belum memperkirakan PMK pada hewan ternak ini menyebar luas dan memberi dampak negatif ke sektor peternakan. Namun begitu, akan ada penugasan baru yang dijalani BUMN pangan, bila kemungkinan terburuk akan terjadi.

"Tapi kita tak berpikir sampai yang terjadi yang terburuk, hingga (ganggu) suplai daging, tentunya pemerintah itu akan melaksanakan penugasan. Nanti kalau sapi bisa ditugaskan suplainya akibat dampak dari berkembangnya penyakit tadi. Bisa ditugaskan, tapi tidak harus Bulog, bisa juga yang lainnya. Tapi prinsipnya pemerintah itu memperhitungkan," tutur dia.

Baca juga: 4 Jenis Fitnah yang Tercantum dalam Surat Al-Kahfi

Buwas pun memastikan daging kerbau yang diimpor dari India tidak terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku. Menurutnya, daging kerbau yang diimpor melewati proses pemeriksaan laboratorium yang ketat, sebelum di jual di pasar Tanah Air.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
KAI Logistik dan Bogantara...
KAI Logistik dan Bogantara Jajaki Usaha Pengiriman Hewan Ternak
Bantuan Pangan Mulai...
Bantuan Pangan Mulai Disalurkan ke 33 Juta Penerima! Beras 10 Kg, Minyak Goreng 2 Liter
Stok Beras dan Minyak...
Stok Beras dan Minyak Goreng Dijamin Aman Sampai Akhir Tahun 2026
Dirut Bulog Sidak Keliling...
Dirut Bulog Sidak Keliling di Semarang, Pastikan Harga dan Pasokan Pangan Aman
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Daging Kurban Ternyata...
Daging Kurban Ternyata Setara Whey Protein, Bisa Tingkatkan Massa Otot
Rekomendasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Sheila Majid Tak Sabar...
Sheila Majid Tak Sabar Collab di Konser Orkestra Bareng Andi Rianto, KD dan Tulus
Trauma Jadi Korban KDRT,...
Trauma Jadi Korban KDRT, Tami Tinggalkan Rumah dan Cari Tempat Tinggal Baru
Berita Terkini
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
BRI KKB Tawarkan Bunga...
BRI KKB Tawarkan Bunga Spesial Mulai 3% Flat untuk Pembiayaan Mobil Listrik
Lengkapi Fasilitas Penghuni,...
Lengkapi Fasilitas Penghuni, Club House Dibangun di Citaville Cibubur
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved