Salut! Promosikan Produk Ekraf RI ke Forum Dunia, Menparekraf Pakai Tenun Sutra Mandar Sureq Marasa

Rabu, 11 Mei 2022 - 10:43 WIB
loading...
Salut! Promosikan Produk Ekraf RI ke Forum Dunia, Menparekraf Pakai Tenun Sutra Mandar Sureq Marasa
Menparekraf menyampaikan, Kain Sureq Marasa salah satu produk ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pengrajin di daerah pesisir Sulawesi Barat. Foto/Dok
A A A
LABUAN BAJO - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempromosikan ragam produk ekonomi kreatif dalam 1st Tourism Working Group 2022, yang berlangsung di Sudamala Resort, Labuan Bajo, NTT, Selasa malam (10/5/2022).

Di antaranya pakaian tradisional yang dikenakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin, berupa tenun sutra Mandar Sureq Marasa; syal songkek khas Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang dikenakan oleh Chair of Tourism Working Group, Frans Teguh dan Co Chair of Tourism Working Group, Iman Santosa hingga dihadirkannya ragam produk olahan kuliner khas Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Sampaikan Kisah Sukses Pariwisata Berkelanjutan RI di Forum UNWTO, AS

Kain Tenun Sutra Mandar Sureq Marasa yang dikenakan Menparekraf Sandiaga saat membuka 1st Tourism Working Group secara daring ini adalah motif tenun baru dari Sulawesi Barat, yang merupakan gagasan dari Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat.

Kain Sureq Marasa ini terdiri dari kombinasi 3 sureq, yaitu Sekomandi Kalumpang, Sambuq Mamasa, dan Saqbe Mandar. Tujuan Sureq Marasa dibuat sebagai upaya untuk melestarikan dan mempromosikan tiga kain unggulan Sulawesi Barat yang merupakan warisan nenek moyang.

Dalam keterangannya, Menparekraf menyampaikan, bahwa Kain Sureq Marasa salah satu produk ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pengrajin yang mayoritas dilakukan oleh ibu-ibu daerah pesisir Sulawesi Barat.

"Tenun Sutra Sureq Marasa dibuat dengan proses handmade dan ditenun dengan alat tradisional yang keseluruhannya dilakukan oleh tenaga manusia, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi," ujar Menparekraf.

Sementara itu syal yang terbuat dari songkek khas Manggarai, NTT ini adalah kain tenun yang wajib dikenakan saat acara-acara adat, antara lain saat kenduri (Penti), membuka ladang (Randang), hingga saat musyawarah (Nempung).

Motif yang dipakai pun tidak sembarang. Setiap motif mengandung arti dan harapan dari orang Manggarai dalam hal kesejahteraan hidup, kesehatan, dan hubungan, baik antara manusia dan sesamanya, manusia dengan alam maupun dengan Sang Pencipta.

Baca Juga: Terungkap! Orang Eropa Senang Pakai Kain Tenun Khas RI
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3142 seconds (10.55#12.26)