Bos Bulog Bicara Soal Penugasan Distribusikan Minyak Goreng Curah
Rabu, 11 Mei 2022 - 12:39 WIB
loading...
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso bicara soal mandat untuk mendistribusikan minyak goreng (migor) curah seharga Rp14.000 per liter guna memenuhi kebutuhan masyarakat lewat pasar rakyat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perum Bulog mendapatkan mandat untuk mendistribusikan minyak goreng (migor) curah seharga Rp14.000 per liter guna memenuhi kebutuhan masyarakat lewat pasar rakyat. Hanya saja hingga saat ini Perum Bulog belum menerima arahan penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan minyak goreng curah.
Baca Juga: Pemerintah Patok Harga Minyak Goreng Curah di Rp14.000 per Liter
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan, pihaknya siap menerima penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan minyak goreng curah . Hanya saja Buwas -panggilan akrabnya- mengaku pihaknya masih menunggu regulasi penugasan untuk penyaluran.
"Masalah minyak goreng, Bulog tinggal menunggu penugasan karena kami nanti dapat suplai dari produsen. Jadi kita ini sebagai distributornya yang mengirim minyak goreng itu ke pasar. Tapi regulasinya lagi di bahas supaya tidak salah," ujar DirutBulog, Budi Waseso di Jakarta, dikutip Rabu (11/5/2022).
Kata pria yang akrab dipanggil Buwas itu, Bulog tidak ingin ada permasalahan dalam pendistribusian minyak goreng. Pasalnya, yang menjadi biang kerok keluhan masyarakat adalah jumlah minyak goreng dari produsen tidak sama dengan yang disebarkan ke pasar rakyat.
"Sehingga nanti kita harus membuktikan bahwa kalau dari produsen ke 100.000 liter sampai di pasar harus 100.000 liter," imbuhnya.
Baca Juga: Daftar Harga Minyak Goreng Terbaru di Indomaret dan Alfamart? Segini Rinciannya
Baca Juga: Pemerintah Patok Harga Minyak Goreng Curah di Rp14.000 per Liter
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan, pihaknya siap menerima penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan minyak goreng curah . Hanya saja Buwas -panggilan akrabnya- mengaku pihaknya masih menunggu regulasi penugasan untuk penyaluran.
"Masalah minyak goreng, Bulog tinggal menunggu penugasan karena kami nanti dapat suplai dari produsen. Jadi kita ini sebagai distributornya yang mengirim minyak goreng itu ke pasar. Tapi regulasinya lagi di bahas supaya tidak salah," ujar DirutBulog, Budi Waseso di Jakarta, dikutip Rabu (11/5/2022).
Kata pria yang akrab dipanggil Buwas itu, Bulog tidak ingin ada permasalahan dalam pendistribusian minyak goreng. Pasalnya, yang menjadi biang kerok keluhan masyarakat adalah jumlah minyak goreng dari produsen tidak sama dengan yang disebarkan ke pasar rakyat.
"Sehingga nanti kita harus membuktikan bahwa kalau dari produsen ke 100.000 liter sampai di pasar harus 100.000 liter," imbuhnya.
Baca Juga: Daftar Harga Minyak Goreng Terbaru di Indomaret dan Alfamart? Segini Rinciannya
Lihat Juga :