Kementan Tegaskan Ternak yang Terjangkit PMK Masih Bisa Disembuhkan
Rabu, 11 Mei 2022 - 15:23 WIB
loading...
Rasio kematian PMK yang menyerang hewan ternak masih rendah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian ( Kementan ) Nasrullah, mengatakan hasil laboratorium menunjukan beberapa ternak yang terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku ( PMK ) memiliki tingkat kematian yang rendah.
Baca juga: Jabar Bentuk Tim Respons Cepat Atasi Penularan Penyakit Mulut dan Kuku Hewan
“Alhamdulillah sampai hari ini kematian sangat rendah hanya 1,1% dari jumlah ternak yang terinfeksi virus PMK,” bebernya lewat keterangan resmi, Rabu (11/5/2022).
Nasrullah menyampaikan, berbagai langkah penanggulan PMK yang dilakukan pemerintah telah memberi hasil positif di lapangan, bahkan tingkat kesembuhan hewan ternak yang terinfeksi menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.
“Hasil lapangan hari ini kami melihat ada kemajuan yang berarti, dengan pemberian obat sejak kasus pertama di 28 April hingga hari ini sudah banyak hewan ternak yang menuju ke sehat. Ini belum menggunakan vaksin, baru obat-obat yang kita berikan sesuai rekomendasi kesehatan hewan, dan kami melihat sendiri di satu kandang sudah ada beberapa hewan yang sudah mulai makan, berdiri dan menuju ke sehat,” jelasnya.
Melalui pendataan dan pemantauan di lapangan, Nasrullah menyebut bahwa jumlah hewan ternak yang terkonfirmasi PMK sebanyak 200 ekor, mati 4 ekor, dan sembuh 12 ekor. Meski perlu diperkuat dengan hasil laboratorium lanjutan, ia menyebut angka ini menunjukan tingkat keganasan virus PMK berada pada level yang rendah.
Baca juga: Jabar Bentuk Tim Respons Cepat Atasi Penularan Penyakit Mulut dan Kuku Hewan
“Alhamdulillah sampai hari ini kematian sangat rendah hanya 1,1% dari jumlah ternak yang terinfeksi virus PMK,” bebernya lewat keterangan resmi, Rabu (11/5/2022).
Nasrullah menyampaikan, berbagai langkah penanggulan PMK yang dilakukan pemerintah telah memberi hasil positif di lapangan, bahkan tingkat kesembuhan hewan ternak yang terinfeksi menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.
“Hasil lapangan hari ini kami melihat ada kemajuan yang berarti, dengan pemberian obat sejak kasus pertama di 28 April hingga hari ini sudah banyak hewan ternak yang menuju ke sehat. Ini belum menggunakan vaksin, baru obat-obat yang kita berikan sesuai rekomendasi kesehatan hewan, dan kami melihat sendiri di satu kandang sudah ada beberapa hewan yang sudah mulai makan, berdiri dan menuju ke sehat,” jelasnya.
Melalui pendataan dan pemantauan di lapangan, Nasrullah menyebut bahwa jumlah hewan ternak yang terkonfirmasi PMK sebanyak 200 ekor, mati 4 ekor, dan sembuh 12 ekor. Meski perlu diperkuat dengan hasil laboratorium lanjutan, ia menyebut angka ini menunjukan tingkat keganasan virus PMK berada pada level yang rendah.
Lihat Juga :