Covid-19 Terkendali, Ekonomi Membaik, Pemerintah Lanjutkan Komitmen Kembangkan Industri Hijau
Rabu, 11 Mei 2022 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
”Salah satu yang menjadi engine of growth ekonomi kita di Q1 yang menggembirakan adalah tidak lagi dari belanja pemerintah tetapi dari kegiatan ekspor, impor, dan investasi yang dilakukan oleh masyarakat. Sektor produksi terus melakukan ekspansi dan kita lihat PMI-nya positif,” ungkap Menko Airlangga.
Terkait industri hijau, pada kesempatan tersebut Menko Airlangga mengatakan bahwa potensi energi baru terbarukan cukup besar, yaitu 442 giga watt untuk pembangkit listrik.
”Salah satu yang sedang didorong pemerintah adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pengembangan PLTS di Jawa berbasis factory, roof top, sedangkan yang di luar Jawa berbasis PLTS yang sekarang disiapkan di Kepulauan Riau. Ini nantinya dapat digunakan untuk daerah Kepri itu sendiri bahkan bisa dieskpor ke negara lain. PLTS ini pasarnya ada dua, satu dari pasar tenaga listrik itu sendiri dan yang kedua karbon kredit. Dengan mempunyai PLTS, Indonesia bisa menjual dua produk listrik dan pasar karbon,” jelas Menko Airlangga.
Di sektor transportasi, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong program mandatory biodiesel yang mendorong penurunan energi setara dengan 23,3 juta ton CO2equivalent. Adanya program tersebut diharapkan juga mendorong sektor industri berbasis mobil listrik yang secara ekosistem pemerintah tengah menyiapkan mulai dari hulu sampai ke hilirnya.
Terkait industri hijau, pada kesempatan tersebut Menko Airlangga mengatakan bahwa potensi energi baru terbarukan cukup besar, yaitu 442 giga watt untuk pembangkit listrik.
”Salah satu yang sedang didorong pemerintah adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pengembangan PLTS di Jawa berbasis factory, roof top, sedangkan yang di luar Jawa berbasis PLTS yang sekarang disiapkan di Kepulauan Riau. Ini nantinya dapat digunakan untuk daerah Kepri itu sendiri bahkan bisa dieskpor ke negara lain. PLTS ini pasarnya ada dua, satu dari pasar tenaga listrik itu sendiri dan yang kedua karbon kredit. Dengan mempunyai PLTS, Indonesia bisa menjual dua produk listrik dan pasar karbon,” jelas Menko Airlangga.
Di sektor transportasi, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong program mandatory biodiesel yang mendorong penurunan energi setara dengan 23,3 juta ton CO2equivalent. Adanya program tersebut diharapkan juga mendorong sektor industri berbasis mobil listrik yang secara ekosistem pemerintah tengah menyiapkan mulai dari hulu sampai ke hilirnya.
Lihat Juga :