Mentan Apresiasi Petrokimia Gresik Perkuat Pertanian Nasional
Rabu, 11 Mei 2022 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
Dengan kinerja pertanian yang tumbuh, produksi beras nasional juga mengalami surplus 9,63 juta ton pada akhir 2021. Sehingga Indonesia tidak perlu lagi impor beras, karena pemerintah berhasil memenuhi kebutuhan komoditas pangan utama nasional.
“Orang bilang kalau tidak impor beras akan menjadi bencana bagi negeri, ternyata nggak tuh. Karena ada Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik yang bekerja di lapangan,” imbuhnya.
Meski kinerja pertanian meningkat, Mentan SYL mengungkapkan bahwa ada beberapa tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depan. Tantangan tersebut mulai dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, perubahan iklim yang ekstrim, hingga perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada pasokan bahan baku pupuk.
“Kita menghadapi ancaman dunia yaitu krisis berlapis tentang pangan dan energi. Maka dari itu semua produktivitas hanya bisa naik kalau pupuknya tersedia. Oleh karena itu, tentu saja dengan hati, kerja sama, kita adaptasi cuaca, kita sesuaikan pupuknya, dan Petrokimia Gresik adalah perusahaan andalan karena insan Petrokimia Gresik sangat kuat kerja samanya,” ujar Mentan.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengungkapkan bahwa dukungan Pupuk Indonesia terhadap ketahanan pangan diimplementasikan dari penyaluran pupuk bersubsidi yang sesuai dengan regulasi. Di mana saat ini stok pupuk bersubsidi dari Lini I hingga Lini III tersedia 1,4 juta ton.
(Baca juga:Rahmad Pribadi: Petrokimia Gresik Perkuat Industri Manufaktur BUMN)
Di Lini III sendiri, terdapat stok sekitar 400.000 ton dan angka tersebut secara persentase sudah 137% atau melebihi dari ketentuan stok minimum yang ditetapkan oleh pemerintah. Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani hingga tiga minggu ke depan.
“Sedangkan dalam rangka meningkatkan layanan kepada konsumen dalam hal ini petani, tahun ini Pupuk Indonesia tengah menyiapkan 1.000 kios pupuk non-subsidi,” ujarnya.
“Orang bilang kalau tidak impor beras akan menjadi bencana bagi negeri, ternyata nggak tuh. Karena ada Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik yang bekerja di lapangan,” imbuhnya.
Meski kinerja pertanian meningkat, Mentan SYL mengungkapkan bahwa ada beberapa tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depan. Tantangan tersebut mulai dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, perubahan iklim yang ekstrim, hingga perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada pasokan bahan baku pupuk.
“Kita menghadapi ancaman dunia yaitu krisis berlapis tentang pangan dan energi. Maka dari itu semua produktivitas hanya bisa naik kalau pupuknya tersedia. Oleh karena itu, tentu saja dengan hati, kerja sama, kita adaptasi cuaca, kita sesuaikan pupuknya, dan Petrokimia Gresik adalah perusahaan andalan karena insan Petrokimia Gresik sangat kuat kerja samanya,” ujar Mentan.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengungkapkan bahwa dukungan Pupuk Indonesia terhadap ketahanan pangan diimplementasikan dari penyaluran pupuk bersubsidi yang sesuai dengan regulasi. Di mana saat ini stok pupuk bersubsidi dari Lini I hingga Lini III tersedia 1,4 juta ton.
(Baca juga:Rahmad Pribadi: Petrokimia Gresik Perkuat Industri Manufaktur BUMN)
Di Lini III sendiri, terdapat stok sekitar 400.000 ton dan angka tersebut secara persentase sudah 137% atau melebihi dari ketentuan stok minimum yang ditetapkan oleh pemerintah. Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani hingga tiga minggu ke depan.
“Sedangkan dalam rangka meningkatkan layanan kepada konsumen dalam hal ini petani, tahun ini Pupuk Indonesia tengah menyiapkan 1.000 kios pupuk non-subsidi,” ujarnya.
Lihat Juga :