Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?
Rabu, 11 Mei 2022 - 21:48 WIB
loading...
A
A
A
Di awal-awal berdirinya, OECD, secara serampangan bisa dibilang, sebagai organisasi negara-negara maju. Maklumlah, negara-negara yang tergabung di periode awal 60-an memang saat ini bisa disebut sebagai negara maju. Di antaranya, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, Italia, Belanda, Swiss, Turki, Swedia, Portugal, Norwegia, Kanada, Belgia, Denmark, Austria, dan Yunani.
Dua negara Asia juga bergabung adalah Jepang (1963) dan Korea Selatan (1996). Kedua negara itu memang pantas disebut sebagai negara maju.
Nah belakangan masuk negara-negara lain ke dalam OECD yang pada akhirnya "menyamarkan" lembaga itu sebagai wadah negara-negara maju. Negara-negara yang belakangan bergabung dan belum layak disebut sebagai negara maju adalah Kolombia (bergabung 2020) dan Kostarika (2021).
Langkah maju untuk "menjernihkan" pengertian negara berkembang bisa dilihat di Investopedia. Situs pendidikan investasi yang berpusat di New York City, Amerika Serikat ini, menyebut sejumlah "tools" yang bisa digunakan untuk mengelompokkan negara berkembang.
Di antaranya, produk domestik bruto (PDB), atau pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita, tingkat industrialisasi, standar hidup, jumlah infrastruktur teknologi, dan berbagai faktor lainnya. Sebagai negara berkembang, negara-negara tersebut memiliki banyak permasalahan untuk dibenahi, seperti ketimpangan pendapatan, kemiskinan, tingkat pendidikan dan melek huruf, hingga angka korupsi.
Dua negara Asia juga bergabung adalah Jepang (1963) dan Korea Selatan (1996). Kedua negara itu memang pantas disebut sebagai negara maju.
Nah belakangan masuk negara-negara lain ke dalam OECD yang pada akhirnya "menyamarkan" lembaga itu sebagai wadah negara-negara maju. Negara-negara yang belakangan bergabung dan belum layak disebut sebagai negara maju adalah Kolombia (bergabung 2020) dan Kostarika (2021).
Langkah maju untuk "menjernihkan" pengertian negara berkembang bisa dilihat di Investopedia. Situs pendidikan investasi yang berpusat di New York City, Amerika Serikat ini, menyebut sejumlah "tools" yang bisa digunakan untuk mengelompokkan negara berkembang.
Di antaranya, produk domestik bruto (PDB), atau pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita, tingkat industrialisasi, standar hidup, jumlah infrastruktur teknologi, dan berbagai faktor lainnya. Sebagai negara berkembang, negara-negara tersebut memiliki banyak permasalahan untuk dibenahi, seperti ketimpangan pendapatan, kemiskinan, tingkat pendidikan dan melek huruf, hingga angka korupsi.
Lihat Juga :