Ekspor CPO Dilarang, Petani Curhat: Hulu-Hilir Sawit Dikuasai Segelintir Orang Kuat
Jum'at, 13 Mei 2022 - 10:28 WIB
loading...
Petani sawit memiliki sejumlah masalah dalam kegiatan usahanya. Foto/YorriFarli/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Serikat Petani Kelapa Sawit ( SPKS ) menyampaikan beberapa situasi terkini dan tuntutan serta solusi yang perlu dijalankan oleh pemerintah di tengah kebijakan larangan ekspor CPO saat ini.
Baca juga: Kadin: Larangan Ekspor CPO Bakal Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi
Sekretaris Jendral SPKS, Mansuetus Darto, mengatakan kebijakan pelarangan ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng harus dijadikan momentum pemerintah untuk merombak sistem perkebunan kelapa sawit yang ada.
"Masalah yang dihadapi sektor perkebunan kelapa sawit secara nasional paling tidak didasari oleh tiga aspek," ujarnya lewat siaran pers yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (13/5/2022).
Pertama, reforma agraria yang belum dijalankan sehingga perkebunan kelapa sawit masih menjadi sumber konflik agraria dan ketimpangan penguasaan dan kepemilikan tanah. Kedua, pekebunan kelapa sawit yang menerapkan sistem pertanian monokultur berdampak pada lingkungan hidup.
Baca juga: Kadin: Larangan Ekspor CPO Bakal Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi
Sekretaris Jendral SPKS, Mansuetus Darto, mengatakan kebijakan pelarangan ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng harus dijadikan momentum pemerintah untuk merombak sistem perkebunan kelapa sawit yang ada.
"Masalah yang dihadapi sektor perkebunan kelapa sawit secara nasional paling tidak didasari oleh tiga aspek," ujarnya lewat siaran pers yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (13/5/2022).
Pertama, reforma agraria yang belum dijalankan sehingga perkebunan kelapa sawit masih menjadi sumber konflik agraria dan ketimpangan penguasaan dan kepemilikan tanah. Kedua, pekebunan kelapa sawit yang menerapkan sistem pertanian monokultur berdampak pada lingkungan hidup.
Lihat Juga :