Cegah Kerumunan, Pengelola Wisata di Bali Ganti Tari Kecak dengan Tari Belibis
Minggu, 21 Juni 2020 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
“Namun yang kita prioritaskan adalah tes PCR wajib, karena rapid test sangat tidak akurat. Itu sebabnya kami ada 14 rumah sakit di Bali sebagai rujukan, dan tiga laboratorium,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa masa pandemi Covid-19 akan mengakibatkan adanya perubahan perilaku konsumen pariwisata. Misalnya dengan lebih banyak melaksanakan kegiatan kepariwisataan yang bersifat outdoor dan meminmimalisir penggunaan ruang indoor. “Kalau toh ada indoor tentu yang kita pantau adalah kapasitasnya maksimal 50%,” pungkasnya.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Bali pada April 2020 tercatat sebanyak 327 kunjungan.
Jumlah tersebut turun 99,79% dibandingkan dengan kunjungan pada Maret 2020 (month-to-month/mtm). Bila dibandingkan dengan bulan April 2019 (year-on-year/yoy), jumlah wisman ke Bali tercatat turun sedalam 99,93%.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa masa pandemi Covid-19 akan mengakibatkan adanya perubahan perilaku konsumen pariwisata. Misalnya dengan lebih banyak melaksanakan kegiatan kepariwisataan yang bersifat outdoor dan meminmimalisir penggunaan ruang indoor. “Kalau toh ada indoor tentu yang kita pantau adalah kapasitasnya maksimal 50%,” pungkasnya.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Bali pada April 2020 tercatat sebanyak 327 kunjungan.
Jumlah tersebut turun 99,79% dibandingkan dengan kunjungan pada Maret 2020 (month-to-month/mtm). Bila dibandingkan dengan bulan April 2019 (year-on-year/yoy), jumlah wisman ke Bali tercatat turun sedalam 99,93%.
(ind)
Lihat Juga :