Antisipasi Krisis Pangan, Menteri Teten Dorong Pemberdayaan Koperasi
Minggu, 21 Juni 2020 - 21:15 WIB
loading...
Menkop dan UKM Teten Masduki bersama Kang Emil mengunjungi Koppontren Al-Ittifaq. FOTO/Dok Kemenkop UKM
A
A
A
BANDUNG - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) mendorong pemberdayaan koperasi sebagai upaya mengantisipasi krisis pangan. Berdasarkan laporan badan pangan dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) diprediksi akan mengalami krisis pangan sehingga tidak ada lagi negara-negara yang menjual produk pangannya.
"Sebab itu, perlu didorong gerakan masyarakat untuk menanam tanaman pangan dan harus terus meningkatkan koperasi pangan sebagai bentuk antisipasi datangnya krisis pangan," ujar Menkop dan UKM Teten Masduki dalam keterangan resminya saat mengunjungi Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Desa Alamendah, Rancabali, Bandung, Minggu (21/6/2020).
(BACA JUGA: Menkop dan UKM Teten Masduki Percepat UMKM Go Digital)
Menurut dia koperasi pesantren Al-Ittifaq sebagai salah satu koperasi di sektor pangan akan dikembangkan sebagai role model koperasi pangan. Pihaknya akan memback-up koppontren seperti itu melalui pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sebagai upaya mengembangkan sektor pangan mandiri dengan menerapkan sistem digital.
"Koppontren Al-Ittifaq akan menjadi contoh bagi koppotren lainnya di Indonesia. Sebagai pesantren yang sudah bertransformasi digital akan lebih cepat utamanya mengembangkan UMKM produk pangan," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dengan memberdayakan produk pangan mandiri di koppontren diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Terlebih, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempunya program strategis One Pesantren One Product. "Insyaallah, mulai Agustus mendatang, ekonomi kita melaju kembali," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengungkapkan pekan depan akan digulirkan kredit pembiayaan Koppontren Al Ittifaq sebesar Rp7,3 miliar. Adapun dana bergulir tersebut sebagai modal kerja dan infrastruktur untuk kepentingan ekspor produk.
"Sebab itu, perlu didorong gerakan masyarakat untuk menanam tanaman pangan dan harus terus meningkatkan koperasi pangan sebagai bentuk antisipasi datangnya krisis pangan," ujar Menkop dan UKM Teten Masduki dalam keterangan resminya saat mengunjungi Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Desa Alamendah, Rancabali, Bandung, Minggu (21/6/2020).
(BACA JUGA: Menkop dan UKM Teten Masduki Percepat UMKM Go Digital)
Menurut dia koperasi pesantren Al-Ittifaq sebagai salah satu koperasi di sektor pangan akan dikembangkan sebagai role model koperasi pangan. Pihaknya akan memback-up koppontren seperti itu melalui pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) sebagai upaya mengembangkan sektor pangan mandiri dengan menerapkan sistem digital.
"Koppontren Al-Ittifaq akan menjadi contoh bagi koppotren lainnya di Indonesia. Sebagai pesantren yang sudah bertransformasi digital akan lebih cepat utamanya mengembangkan UMKM produk pangan," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dengan memberdayakan produk pangan mandiri di koppontren diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Terlebih, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempunya program strategis One Pesantren One Product. "Insyaallah, mulai Agustus mendatang, ekonomi kita melaju kembali," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengungkapkan pekan depan akan digulirkan kredit pembiayaan Koppontren Al Ittifaq sebesar Rp7,3 miliar. Adapun dana bergulir tersebut sebagai modal kerja dan infrastruktur untuk kepentingan ekspor produk.
Lihat Juga :