Antisipasi Krisis Pangan, Menteri Teten Dorong Pemberdayaan Koperasi
Minggu, 21 Juni 2020 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
Untuk akad pembiayaan menggunakan pola akad mudharabah untuk modal kerja dengan nisbah bagi hasil 30% untuk LPDB-KUMKM dan 70% untuk koperasi. Sedangkan akad murabahah untuk investasi dengan margin sebesar 3% per tahun atau 15% selama lima tahun dari harga beli. "Jangka waktu pembiayaan selama 60 bulan sudah termasuk grace periode pengembalian pokok selama enam bulan," jelasnya.
Menurut Supomo, peran LPDB KUMKM tidak hanya dalam pembiayaan, tetapi juga pendampingan. Terlebih lagi, pencairan pembiayaan tersebut masuk ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sementara, sesepuh Ponpes Al-Ittifaq, KH. Fuad Affandi menuturkan pembiayaan dari LPDB KUMKM akan digunakan modal kerja dan investasi. Koppontren Al Ittifaq yang berdiri sejak 6 Juni 1997 dan telah memiliki total aset per Desember 2019 sebesar Rp43,5 miliar.
Koperasi pesantren tersebut bergerak di sektor usaha pertanian dan peternakan domba dan sapi dan telah menghasilkan beberapa komoditas unggulan, seperti jeruk dekompon, horenzo atu bayam Jepang, cabai, wortel sinkuroda, butter nut pumpkin atau labu madu dan jagung. "Pemasok hasil pertanian terdiri dari 270 orang petani binaan yang tersebar di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur," tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa hasil pertanian telah dipasarkan melalui jaringan supermarket Superindo, Yogya Supermarket, Aeon Mall BSD, hingga pasar-pasar tradisional. Selain penjualan secara konvensional, Koppontren Al-Ittifaq juga melakukan penjualan secara online melalui aplikasi Alifmart. "Koppontren Al-Ittifaq saat ini melakukan program kemitraan dengan Japan International Coorporation Agency (JICA) dan Progamma Uitzending Manajer (PUM) Belanda," tuturnya.
Menurut Supomo, peran LPDB KUMKM tidak hanya dalam pembiayaan, tetapi juga pendampingan. Terlebih lagi, pencairan pembiayaan tersebut masuk ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sementara, sesepuh Ponpes Al-Ittifaq, KH. Fuad Affandi menuturkan pembiayaan dari LPDB KUMKM akan digunakan modal kerja dan investasi. Koppontren Al Ittifaq yang berdiri sejak 6 Juni 1997 dan telah memiliki total aset per Desember 2019 sebesar Rp43,5 miliar.
Koperasi pesantren tersebut bergerak di sektor usaha pertanian dan peternakan domba dan sapi dan telah menghasilkan beberapa komoditas unggulan, seperti jeruk dekompon, horenzo atu bayam Jepang, cabai, wortel sinkuroda, butter nut pumpkin atau labu madu dan jagung. "Pemasok hasil pertanian terdiri dari 270 orang petani binaan yang tersebar di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cianjur," tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa hasil pertanian telah dipasarkan melalui jaringan supermarket Superindo, Yogya Supermarket, Aeon Mall BSD, hingga pasar-pasar tradisional. Selain penjualan secara konvensional, Koppontren Al-Ittifaq juga melakukan penjualan secara online melalui aplikasi Alifmart. "Koppontren Al-Ittifaq saat ini melakukan program kemitraan dengan Japan International Coorporation Agency (JICA) dan Progamma Uitzending Manajer (PUM) Belanda," tuturnya.
(nng)
Lihat Juga :