Imbas Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah Khawatir Perlambatan Ekonomi Global

Kamis, 19 Mei 2022 - 07:04 WIB
loading...
Imbas Inflasi, Wall...
Wall Street ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (18/5/2022) waktu setempat. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Wall Street ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (18/5/2022) waktu setempat, dengan target kehilangan sekitar seperempat dari nilai pasar saham . Investor juga masih menyoroti kekhawatiran tentang ekonomi AS setelah pengecer menjadi korban terbaru dari lonjakan harga.

Mengutip Reuters, S&P 500 turun 4,04% untuk mengakhiri sesi di 3.923,68 poin. Sedangkan Nasdaq turun 4,73% menjadi 11.418,15 poin, sementara Dow Jones Industrial Average turun 3,57% menjadi 31.490,07 poin.

Penurunan ini adalah kerugian satu hari terburuk untuk S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average sejak Juni 2020. Laba kuartal pertama Target Corp turun setengah dan perusahaan memperingatkan margin yang lebih besar terkena kenaikan biaya bahan bakar dan pengiriman.

Sahamnya turun sekitar 25%, kehilangan sekitar USD25 miliar dalam kapitalisasi pasar, dalam sesi terburuk sejak kecelakaan Black Monday pada 19 Oktober 1987. Hasil peritel lainnya datang sehari setelah saingannya Walmart Inc memangkas perkiraan labanya. Indeks ETF Ritel SPDR S&P turun 8,3%.

"Kami pikir dampak yang berkembang pada pengeluaran ritel karena inflasi melebihi upah bahkan lebih lama dari yang diperkirakan orang merupakan faktor utama dalam menyebabkan aksi jual pasar hari ini," kata Paul Christopher, kepala strategi pasar global di Wells Fargo Investment Institute.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved