Imbas Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah Khawatir Perlambatan Ekonomi Global

Kamis, 19 Mei 2022 - 07:04 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah, Emiten Ritel Tercecer Imbas Inflasi

Menurutnya, peritel mulai mengungkapkan dampak mengikis daya beli konsumen. Saham pertumbuhan megacap sensitif suku bunga menambah penurunan baru-baru ini dan menarik S&P 500 dan Nasdaq lebih rendah. Amazon, Nvidia dan Tesla Inc turun hampir 7%, sementara Apple turun 5,6%.

Menurut Liz Young, kepala strategi investasi di SoFi, kontranya lebih besar daripada pro untuk saham pertumbuhan pada saat ini, dan pasar mencoba memutuskan seberapa buruk yang akan terjadi. "Pasar mengkhawatirkan enam bulan ke depan. Kami mungkin menemukan bahwa itu tidak perlu seseram ini, dan pasar cenderung bereaksi berlebihan pada sisi negatifnya," katanya.

Semua dari 11 indeks sektor S&P 500 turun, dengan consumer discretionary dan consumer staples memimpin lebih rendah, keduanya turun lebih dari 6%. Meningkatnya inflasi, konflik di Ukraina, gangguan rantai pasokan yang berkepanjangan, penguncian terkait pandemi di China dan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral telah membebani pasar keuangan baru-baru ini, memicu kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global. Wells Fargo Investment Institute pada hari Rabu mengatakan pihaknya memperkirakan resesi ringan AS pada akhir 2022 dan awal 2023.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell berjanji pada hari Selasa bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk membunuh lonjakan inflasi yang katanya mengancam fondasi ekonomi. Pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin oleh The Fed pada bulan Juni dan Juli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Rekomendasi
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Berita Terkini
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved