IHSG Hari Ini Dibuka Ambruk, Asing Lepas BBCA hingga EMTK
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:24 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka anjlok di 6.719,75 pada perdagangan Kamis (19/5/2022). FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka anjlok di 6.719,75 pada perdagangan Kamis (19/5/2022). Tepat pukul 09:01 WIB, indeks acuan tertekan sebesar 147,96 poin atau 2,18% di 6.645,44.
Terdapat 49 saham menguat, 237 saham melemah, dan 201 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp560,37 miliar dari 539,34 juta saham yang diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 2,36% ke 991,97, indeks JII merosot 2,34% ke 579,95, indeks IDX30 ambruk 2,42% ke 529,92, dan indeks MNC36 tertekan 2,33% ke 332,25.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah, IHSG Hari Ini Diramal di Zona Merah
Seluruh indeks sektoral mengalami penurunan antara lain infrastruktur 1,59%, keuangan 2,00%, properti 0,81%, industri 1,91%, bahan baku 2,74%, teknologi 3,87%, nonsiklikal 1,44%, siklikal 1,20%, transportasi 2,96%, energi 2,63%, dan kesehatan 0,48%,
Investor asing terpantau melakukan net sell sebesar Rp3,61 miliar di awal pembukaan. Sementara pembelian asing terhadap sejumlah emiten big caps di pasar reguler antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp24,0 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp8,2 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp7,8 miliar.
Adapun penjualan asing di pasar reguler yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp28,5 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp13,4 miliar, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp5,2 miliar.
Terdapat 49 saham menguat, 237 saham melemah, dan 201 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp560,37 miliar dari 539,34 juta saham yang diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 2,36% ke 991,97, indeks JII merosot 2,34% ke 579,95, indeks IDX30 ambruk 2,42% ke 529,92, dan indeks MNC36 tertekan 2,33% ke 332,25.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah, IHSG Hari Ini Diramal di Zona Merah
Seluruh indeks sektoral mengalami penurunan antara lain infrastruktur 1,59%, keuangan 2,00%, properti 0,81%, industri 1,91%, bahan baku 2,74%, teknologi 3,87%, nonsiklikal 1,44%, siklikal 1,20%, transportasi 2,96%, energi 2,63%, dan kesehatan 0,48%,
Investor asing terpantau melakukan net sell sebesar Rp3,61 miliar di awal pembukaan. Sementara pembelian asing terhadap sejumlah emiten big caps di pasar reguler antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp24,0 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp8,2 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp7,8 miliar.
Adapun penjualan asing di pasar reguler yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp28,5 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp13,4 miliar, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp5,2 miliar.
Lihat Juga :