Wall Street Ditutup Melemah, IHSG Hari Ini Diramal di Zona Merah
Kamis, 19 Mei 2022 - 07:25 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menurun imbas penurunan indeks di Wall Street. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menurun imbas penurunan indeks di Wall Street . IHSG berpotensi bergerak di rentang 6.601 - 6.696.
Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, setelah selama 2 hari IHSG menikmati "Honeymoon" alias menguat sebesar +195.42 poin (+2.94%), investor diminta bersiap hari ini karena IHSG berpotensi turun menyusul indeks Wall Street.
"IHSG berpotensi dibombardir tekanan jual alias turun menyusul kejatuhan super tajam Indeks DJIA sebesar -1164 poin (-3.57%), kejatuhan terbesar perhari sejak Juni 2020 akibat kekhawatiran naiknya inflasi," kata Edwin dalam risetnya, Rabu (18/5/2022).
Baca Juga: Imbas Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah Khawatir Perlambatan Ekonomi Global
Kenaikan inflasi di AS diyakini akan memakan laba perusahaan dan menurunkan permintaan konsumen, dimana kejatuhan Dow Jones terbesar disumbang salah satunya oleh kejatuhan saham retailer seperti: Target turun tajam -24.9% & Walmart turun -6.8% (setelah turun tajam di hari Selasa sebesar -11%).
Menurut Edwin, tekanan jual di IHSG hari ini juga berpotensi datang dari jatuhnya EIDO sebesar -1.36% (padahal kemarin IHSG menguat cukup tajam sebesar +2.24%).
Selain itu, perkiraan anjloknya nilai tukar Rupiah ke level 14750-an menyusul naiknya US Dollar Indeks serta turunnya harga beberapa komoditas seperti: Oil turun di hari kedua sebesar -3.90% & Nikel kembali turun di hari ketiga sebesar -0.94%. Saham rekomendasi Buy: UNVR, ICBP, ASII, BBNI, PGAS, INTP, BBCA, SMGR, TLKM, JSMR, CMRY, MAPI.
Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, setelah selama 2 hari IHSG menikmati "Honeymoon" alias menguat sebesar +195.42 poin (+2.94%), investor diminta bersiap hari ini karena IHSG berpotensi turun menyusul indeks Wall Street.
"IHSG berpotensi dibombardir tekanan jual alias turun menyusul kejatuhan super tajam Indeks DJIA sebesar -1164 poin (-3.57%), kejatuhan terbesar perhari sejak Juni 2020 akibat kekhawatiran naiknya inflasi," kata Edwin dalam risetnya, Rabu (18/5/2022).
Baca Juga: Imbas Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah Khawatir Perlambatan Ekonomi Global
Kenaikan inflasi di AS diyakini akan memakan laba perusahaan dan menurunkan permintaan konsumen, dimana kejatuhan Dow Jones terbesar disumbang salah satunya oleh kejatuhan saham retailer seperti: Target turun tajam -24.9% & Walmart turun -6.8% (setelah turun tajam di hari Selasa sebesar -11%).
Menurut Edwin, tekanan jual di IHSG hari ini juga berpotensi datang dari jatuhnya EIDO sebesar -1.36% (padahal kemarin IHSG menguat cukup tajam sebesar +2.24%).
Selain itu, perkiraan anjloknya nilai tukar Rupiah ke level 14750-an menyusul naiknya US Dollar Indeks serta turunnya harga beberapa komoditas seperti: Oil turun di hari kedua sebesar -3.90% & Nikel kembali turun di hari ketiga sebesar -0.94%. Saham rekomendasi Buy: UNVR, ICBP, ASII, BBNI, PGAS, INTP, BBCA, SMGR, TLKM, JSMR, CMRY, MAPI.
Lihat Juga :