Ceruk Pasar Besar, Ini Sederet Keunggulan Telkom Geluti Bisnis Data Center
Kamis, 19 Mei 2022 - 17:25 WIB
loading...
A
A
A
Namun, ia mengingatkan meski sudah beberapa langkah lebih maju dibandingkan perusahaan data center sejenis di Indonesia, sebaiknya Telkom tetap merancang rencana untuk bisa menjawab tantangan dan memenuhi permintaan yang ada.
(Baca juga:Telkom Bangkitkan Semangat Kreativitas ‘Kaum Rebahan’)
“Hadirnya pemain asing jangan diremehkan, strategi harus diperkuat dan ekosistem (digital) harus terus dibangun agar memperkuat bisnisnya. Selain itu, tantangan lain seperti kapasitas yang besar, keamanan yang tinggi dan juga harus memiliki data recovery center,” ungkapnya.
Senada dengan Heru, Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada menilai ekspansi bisnis yang dilakukan Telkom merupakan hal yang positif. Hadirnya perusahaan nasional yang andal dalam menyediakan layanan data center tentu akan membuat perusahaan-perusahaan calon klien menjadi nyaman dan aman dalam menyimpan data base mereka.
“Saya melihatnya hal yang positif, karena berbagai data dan dokumen tentunya akan dihasilkan oleh berbagai macam perusahaan dan berbagai macam perusahaan tersebut tentunya membutuhkan media penyimpanan data yang aman. Nah, kalau semua data disimpan di Google Drive (misalkan) kan Google punya luar. Khawatir bisa diretas maupun di akses pihak luar,” jelas Reza.
Sebelumnya, Direktur Wholesale & International Service Telkom Bogi Witjaksono memperkirakan permintaan pasar akan data center di Indonesia tumbuh sangat pesat dengan proyeksi mencapai 1.576 Mega Watts (MW) hingga 2030. Untuk bisa memanfaatkan ceruk bisnis tersebut, Bogi memastikan Telkom tengah menyiapkan NeutraDC sebagai anak usaha yang akan menyediakan layanan data center berkategori hyperscale.
(Baca juga:Telkom Bangkitkan Semangat Kreativitas ‘Kaum Rebahan’)
“Hadirnya pemain asing jangan diremehkan, strategi harus diperkuat dan ekosistem (digital) harus terus dibangun agar memperkuat bisnisnya. Selain itu, tantangan lain seperti kapasitas yang besar, keamanan yang tinggi dan juga harus memiliki data recovery center,” ungkapnya.
Senada dengan Heru, Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada menilai ekspansi bisnis yang dilakukan Telkom merupakan hal yang positif. Hadirnya perusahaan nasional yang andal dalam menyediakan layanan data center tentu akan membuat perusahaan-perusahaan calon klien menjadi nyaman dan aman dalam menyimpan data base mereka.
“Saya melihatnya hal yang positif, karena berbagai data dan dokumen tentunya akan dihasilkan oleh berbagai macam perusahaan dan berbagai macam perusahaan tersebut tentunya membutuhkan media penyimpanan data yang aman. Nah, kalau semua data disimpan di Google Drive (misalkan) kan Google punya luar. Khawatir bisa diretas maupun di akses pihak luar,” jelas Reza.
Sebelumnya, Direktur Wholesale & International Service Telkom Bogi Witjaksono memperkirakan permintaan pasar akan data center di Indonesia tumbuh sangat pesat dengan proyeksi mencapai 1.576 Mega Watts (MW) hingga 2030. Untuk bisa memanfaatkan ceruk bisnis tersebut, Bogi memastikan Telkom tengah menyiapkan NeutraDC sebagai anak usaha yang akan menyediakan layanan data center berkategori hyperscale.
Lihat Juga :