Kompensasi BBM dan LPG Rp324,5 Triliun Butuh Kepastian Pembayaran
Jum'at, 20 Mei 2022 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 6 Artis Indonesia Naik Haji atas Undangan Pemerintah Arab Saudi, Ada yang Baru Mualaf
Seiring dengan itu, seluruh rasio keuangan Pertamina pun mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun ini. Hal ini diakui dapat menurunkan peringkat utang Pertamina dan juga akan berdampak pada peringkat utang pemerintah.
Kompensasi BBM dan LPG diperkirakan mencapai Rp324,5 triliun, terdiri dari tambahan kompensasi tahun 2022 sebesar Rp216,1 triliun yang terdiri dari kompensasi BBM sebesar Rp194,7 triliun dan kompensasi listrik sebesar Rp21,4 triliun. Selain itu, ada juga kurang bayar kompensasi hingga tahun 2021 sebesar Rp108,4 triliun yang terdiri dari kompensasi untuk BBM sebesar Rp83,8 triliun dan kompensasi listrik Rp24,6 triliun.
Terpisah, Chief Economist Bank Permata Josua Pardede sepakat perlu ada solusi agar keuangan Pertamina tidak terganggu akibat penugasan menyediakan dan mendistribusikan BBM dan LPG ke seluruh Indonesia. "Kondisi tersebut akan berdampak pada kinerja keuangan Pertamina. Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk mengompensasi selisih harga yang dibebankan ke Pertamina," tandasnya.
Seiring dengan itu, seluruh rasio keuangan Pertamina pun mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun ini. Hal ini diakui dapat menurunkan peringkat utang Pertamina dan juga akan berdampak pada peringkat utang pemerintah.
Kompensasi BBM dan LPG diperkirakan mencapai Rp324,5 triliun, terdiri dari tambahan kompensasi tahun 2022 sebesar Rp216,1 triliun yang terdiri dari kompensasi BBM sebesar Rp194,7 triliun dan kompensasi listrik sebesar Rp21,4 triliun. Selain itu, ada juga kurang bayar kompensasi hingga tahun 2021 sebesar Rp108,4 triliun yang terdiri dari kompensasi untuk BBM sebesar Rp83,8 triliun dan kompensasi listrik Rp24,6 triliun.
Terpisah, Chief Economist Bank Permata Josua Pardede sepakat perlu ada solusi agar keuangan Pertamina tidak terganggu akibat penugasan menyediakan dan mendistribusikan BBM dan LPG ke seluruh Indonesia. "Kondisi tersebut akan berdampak pada kinerja keuangan Pertamina. Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk mengompensasi selisih harga yang dibebankan ke Pertamina," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :