Saat Ekonomi Lesu, Bisnis Ini Dapat Kucuran Modal USD57 Juta dari Investor
Senin, 22 Juni 2020 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Enam bulan sebelumnya, yakni pada Juli 2019 Waresix juga telah mengantongi pendanaan sebesar USD14,5 juta. Hingga Januari lalu Waresix telah berhasil menghimpun modal USD27,1 juta.
Menurut Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan tren pendanan kepada strartup Indonesia yang bergerk di bisnis logistik masih kan terus beranjut hingga semester II tahun ini. Banyaknya perusahaan-perusahaan rintisan yang mulai merambah ke sektor logistik turut memicu daya tarik investor untuk menanamkan modal. Sebab digitalisasi proses bisnis tersebut diyakini akan dapat meningkatkan nilai transaksi dan jumlah pelanggan aktif.
Di sisi lain, sebagai negara yang terdiri dari ribuan pulau dan dengan jumlah penduduk yang melimpah, mebuat bisnis logistik menjadi bisnis yang menjanjikan. Apalagi di saat pandemi seperti in, kebiasaan berbelanja konsumen Indonesia juga berubah. Sehingga layanan logistik pun semakin dibutuhkan.
Seperti diektahui, pasar logistik di Indonesia diproyeksikan akan mencapai USD 240 miliar pada 2021. Meski punya potensi yang besar, pasar logistik masih tergolong sangat tidak efisien. Di kota tier 2 dan tier 3 misalnya, biaya pengiriman seringkali bertambah hingga 40% dari total transaksi di e-commerce. Sehingga ini menjadi penghalang utama bagi masyarakat di kota-kota tersebut untuk menggunakane-commerce secara massal. Baca juga: Bisnis Logistik Tak Lagi Sama Setelah Pandemi Berlalu.
Nah, para stratup logistik itu hadir menawarkan solusi bagi masalah yang dihadapi konsumen dan juga perusahaan pengiriman. Seperti pemilihan jasa pengiriman & pergudangan yang rumit, kurangnya transparansi harga, dan masih kurangnya kemampuan pelacakan rute.
Menurut Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan tren pendanan kepada strartup Indonesia yang bergerk di bisnis logistik masih kan terus beranjut hingga semester II tahun ini. Banyaknya perusahaan-perusahaan rintisan yang mulai merambah ke sektor logistik turut memicu daya tarik investor untuk menanamkan modal. Sebab digitalisasi proses bisnis tersebut diyakini akan dapat meningkatkan nilai transaksi dan jumlah pelanggan aktif.
Di sisi lain, sebagai negara yang terdiri dari ribuan pulau dan dengan jumlah penduduk yang melimpah, mebuat bisnis logistik menjadi bisnis yang menjanjikan. Apalagi di saat pandemi seperti in, kebiasaan berbelanja konsumen Indonesia juga berubah. Sehingga layanan logistik pun semakin dibutuhkan.
Seperti diektahui, pasar logistik di Indonesia diproyeksikan akan mencapai USD 240 miliar pada 2021. Meski punya potensi yang besar, pasar logistik masih tergolong sangat tidak efisien. Di kota tier 2 dan tier 3 misalnya, biaya pengiriman seringkali bertambah hingga 40% dari total transaksi di e-commerce. Sehingga ini menjadi penghalang utama bagi masyarakat di kota-kota tersebut untuk menggunakane-commerce secara massal. Baca juga: Bisnis Logistik Tak Lagi Sama Setelah Pandemi Berlalu.
Nah, para stratup logistik itu hadir menawarkan solusi bagi masalah yang dihadapi konsumen dan juga perusahaan pengiriman. Seperti pemilihan jasa pengiriman & pergudangan yang rumit, kurangnya transparansi harga, dan masih kurangnya kemampuan pelacakan rute.
(eko)
Lihat Juga :