Kementan Kuatkan Fungsi BPP Kostratani Sebagai Pusat Konsultasi Agribisnis

Minggu, 22 Mei 2022 - 14:39 WIB
loading...
Kementan Kuatkan Fungsi...
Kepala Badab Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP), Jumat (20/5/22) secara virtual dari AOR BPPSDMP. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) akan selalu memaksimalkan program pembangunan pertanian . Salah satunya dengan melakukan transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo atau yang akrab disapa SYL, mengungkapkan bahwa "Kostratani adalah pusat pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi, dan peran BPP dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional," ujar SYL.

Baca Juga: Pemerintah Terus Dorong Pemberdayaan Petani Kelapa Sawit

Mentan mengatakan bahwa fungsi BPP Kostratani ada 5 lima poin. Yaitu BPP sebagai Pusat data dan informasi pertanian, Pusat gerakan pembangunan pertanian, Pusat pembelajaran, Pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring Kemitraan.

Lebih lanjut SYL menerangkan, BPP sebagai pusat konsultasi agribisnis dengan menyediakan pelayanan jasa konsultasi agribisnis dan manajemen usaha tani untuk melayani kebutuhan pengetahuan dan wawasan dalam pengembangan usaha agribisnis pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian.

Kepala Badab Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP), Jumat (20/5/22) secara virtual dari AOR BPPSDMP mengatakan bahwa bertani merupakan sarana untuk mendapatkan keuntungan, maka harus dibangun sistem bisnis pertanian yang kokoh dari hulu sampai hilir.

“Harus dibangun sistem agribisnis yang kokoh dimulai dari pemberdayaan petani dan penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian”, ujar Dedi.

Hadir sebagai narasumber Ketua Harian HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmaja yang menjelaskan bahwa dalam pemenuhan BPP Kostratani sebagai jasa konsultasi agribisnis oleh setiap penyuluh, maka BPP telah melakukan beberapa terobosan terkait hal tersebut.

“Terobosan yang perlu dilakukan yaitu kerjasama dengan koperasi-koperasi yang ada di Kecamatan, perusahaan-perusahaan yang berada di kecamatan, memberikan informasi secara berkala kepada kelompok tani dan gapoktan dalam setiap bulannya serta membuat demplot pada lahan percontohan BPP termasuk demplot ternak sapi," ujar Entang.

Baca Juga: Kinerja Penyuluh Pertanian Harus Sepadan dengan Statusnya

Narsumber lainnya Ketua Umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan, Sandi Okta Susila menjelaskan, terkait kiat membangun bisnis di pedesaan. Sandi mengungkapkan, bahwa kita perlu menciptakan ekonomi yang berkeadilan.

Hal tersebut bisa dicapai dengan memotong jalur agribisnis pertanian yang tadinya masih melalui tengkulak, bandar, pasar induk dll menjadi hanya melalui distributor (dalam hal ini PT Sinergi Tani Indonesia) dan langsung ke konsumen.

Terdapat lima prinsip bisnis yang perlu diperhatikan menurut Sandi, yaitu berbasis ilmu, inovatif, strategi, niat yang kuat, informasi dan teknologi serta supel. “Bisnis pertanian tidak akan pernah ada matinya manakala manusia masih hidup," pungkas Sandi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Rekomendasi
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
Presiden Belarus Lukashenko...
Presiden Belarus Lukashenko Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo Besok
Berita Terkini
Tata Kelola RKAB Perlu...
Tata Kelola RKAB Perlu Dibenahi demi Menjaga Pasokan Batu Bara
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Tawarkan Likuiditas Cepat dan Privat bagi Pelaku Bisnis
Infografis
Trump Kecam Pengampunan...
Trump Kecam Pengampunan untuk Hunter Biden sebagai Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved