KKP Ajak Pelaku Usaha Perikanan Manfaatkan Tarif 0 Persen
Senin, 23 Mei 2022 - 11:01 WIB
loading...
KKP minta pengusaha memaksimalkan ekspor produk perikanan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) mengajak para pelaku usaha memaksimalkan peluang ekspor yang kian terbuka. Selain makin diminati di pasar global, produk perikanan Indonesia bisa menikmati tarif 0% ke berbagai negara di dunia.
Baca juga: Nyolong Ikan Pakai Bom di Sulawesi, 3 Nelayan Malaysia Diringkus
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengatakan Indonesia telah menyelesaikan dan meratifikasi perjanjian perdagangan dengan beberapa negara antara lain Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE–CEPA).
"Dengan adanya perjanjian dagang tersebut, diharapkan peluang akses pasar produk perikanan semakin terbuka mengingat hambatan tarif semakin menurun, bahkan dihapuskan," jelas Artati Widiarti, Senin (23/5/2022).
Saat melakukan sosialisasi hasil perundingan akses pasar, Artati menyampaikan bahwa FAO telah memproyeksikan 90% dari produksi ikan akan dikonsumsi sebagai pangan, tepung ikan dan minyak ikan (8%), dan sisanya non-pangan lainnya (2%) pada tahun 2030.
“Kemudian konsumsi ikan per kapita secara global diproyeksikan mencapai 21,2 kg per kapita pada 2030, naik dari rata-rata 20,5 kg per kapita pada 2018-2020," tambah Artati.
Baca juga: Nyolong Ikan Pakai Bom di Sulawesi, 3 Nelayan Malaysia Diringkus
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti mengatakan Indonesia telah menyelesaikan dan meratifikasi perjanjian perdagangan dengan beberapa negara antara lain Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE–CEPA).
"Dengan adanya perjanjian dagang tersebut, diharapkan peluang akses pasar produk perikanan semakin terbuka mengingat hambatan tarif semakin menurun, bahkan dihapuskan," jelas Artati Widiarti, Senin (23/5/2022).
Saat melakukan sosialisasi hasil perundingan akses pasar, Artati menyampaikan bahwa FAO telah memproyeksikan 90% dari produksi ikan akan dikonsumsi sebagai pangan, tepung ikan dan minyak ikan (8%), dan sisanya non-pangan lainnya (2%) pada tahun 2030.
“Kemudian konsumsi ikan per kapita secara global diproyeksikan mencapai 21,2 kg per kapita pada 2030, naik dari rata-rata 20,5 kg per kapita pada 2018-2020," tambah Artati.
Lihat Juga :