Terancam Default, Rusia Gercep Bayar Utang Lebih Awal Rp1,44 Triliun

Senin, 23 Mei 2022 - 14:45 WIB
loading...
Terancam Default, Rusia...
Pertempuran sengit berkecamuk antara tentara Rusia dan Ukraina di pabrik baja, di Mariupol, Kamis (5/5/2022). FOTO/AP Photo
A A A
JAKARTA - Pemerintah Rusia bergerak cepat mengambil langkah pembayaran utang lebih awal sebesar USD99,26 juta atau sekitar Rp1,44 triliun sepekan sebelum jatuh tempo untuk mencegah gagal bayar .

Mengutip Reuters, di Jakarta, Senin (23/5/2022), Kementerian Keuangan Rusia menyatakan telah mentransfer dana sebesar USD71,25 juta atau Rp1,04 triliun untuk pembayaran kupon Eurobond berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) yang jatuh tempo pada 2026 dan 26,5 juta euro atau USD28 juta yang jatuh tempo pada 2036.

Baca Juga: Pentagon Bantah Punya Rencana Hancurkan Armada Laut Hitam Rusia

Sejumlah pihak memproyeksikan, Rusia berpotensi mengalami gagal bayar sejak AS dan Eropa memberikan sanksi ekonomi imbas penyerangan ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu. Rusia terputus dari sistem keuangan global dan lebih dari setengah cadangan dana sekitar USD640 miliar telah dibekukan.

Rusia dapat membayar utang sampai sekarang lantaran memperoleh lisensi khusus dari Kementerian Keuangan AS. Namun demikian, lisensi tersebut akan berakhir 25 Mei 2022 mendatang.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen sebelumnya mengisyaratkan tidak memperpanjang lisensi tersebut. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov menyatakan pada hari Rabu bahwa Moskow akan membayar kewajiban utang luar negeri dalam Rubel jika lisensi diblokir AS.

Baca Juga: Misteri Harta Karun Putin Rp2.867 Triliun, Konon Tersembunyi di Istana Laut Hitam

Meski begitu, Rusia tidak ingin disebut gagal bayar utang, alasannya tidak memiliki sarana pembayaran. JPMorgan sebelumnya sebagai bank korespondensi untuk pembayaran utang tersebut tidak segera menanggapi permintaan Rusia.

Sejak invasi ke Ukraina, Rusia berhasil melakukan pembayaran 7 obligasi. Rusia memiliki sekitar USD40 miliar obligasi internasional yang beredar dan sekitar separuh dipegang oleh investor asing. Rusia memiliki pembayaran kurang dari USD2 miliar terkait obligasi yang akan jatuh tempo hingga akhir tahun ini.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Rekomendasi
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved