Pembiayaan Utang Turun 62,4 Persen, Sri Mulyani Waspadai 3 Risiko Global dan Domestik
Senin, 23 Mei 2022 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Soal Utang, Sri Mulyani Pastikan RI Tak Akan Bernasib Seperti Sri Lanka
Dia menegaskan, APBN harus menjadi shock absorber atas berbagai gejolak dan tekanan global. Ke depannya juga harus terus diseimbangkan tiga tujuan yang semuanya sama penting. Yang pertama adalah menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat, yang kedua adalah menjaga kesehatan dan pemulihan ekonomi, dan yang ketiga adalah mengembalikan kesehatan APBN.
"Guncangan yang terjadi sekarang ini, baik karena kemarin pandemi, sekarang bergeser menjadi guncangan dari sisi komoditas, jadi itulah instrumen APBN sebagai stabilizer, atau shock absorber, atau counter cyclical, semuanya itu adalah terminologi di dalam menggambarkan APBN selalu menjadi instrumen utama dan pertama yang diandalkan rakyat dan perekonomian," pungkas Sri Mulyani.
Dia menegaskan, APBN harus menjadi shock absorber atas berbagai gejolak dan tekanan global. Ke depannya juga harus terus diseimbangkan tiga tujuan yang semuanya sama penting. Yang pertama adalah menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat, yang kedua adalah menjaga kesehatan dan pemulihan ekonomi, dan yang ketiga adalah mengembalikan kesehatan APBN.
"Guncangan yang terjadi sekarang ini, baik karena kemarin pandemi, sekarang bergeser menjadi guncangan dari sisi komoditas, jadi itulah instrumen APBN sebagai stabilizer, atau shock absorber, atau counter cyclical, semuanya itu adalah terminologi di dalam menggambarkan APBN selalu menjadi instrumen utama dan pertama yang diandalkan rakyat dan perekonomian," pungkas Sri Mulyani.
(akr)
Lihat Juga :