Miliarder Serukan Sistem Pajak yang Lebih Adil di Davos, WEF 2022
Selasa, 24 Mei 2022 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
White yang mewakili kelompok dengan sebutan Patriotic Millionaires, menghasilkan uang sebagai konsultan bisnis. Dia mengatakan, bergabung dengan aktivis sayap kiri dan anti-kemiskinan yang menyerukan perubahan pada pertemuan tahunan para pebisnis dan pemimpin politik yang berpengaruh karena sistem ekonomi saat ini dinilai gagal.
Selama satu dekade terakhir, semakin banyak jutawan dan miliarder di Amerika Serikat (AS) dan Eropa telah menyerukan pemerintah untuk mengenakan pajak yang lebih tinggi, termasuk pungutan kekayaan pada orang terkaya.
Baca Juga: 3 Orang Terkaya di Ukraina, Nomor 1 Hartanya Tembus Rp109 Triliun dan Punya 100 Perusahaan
Sementara itu hanya sejumlah kecil jutawan di Davos yang menghadiri protes, para juru kampanye telah mengirimkan surat terbuka kepada semua delegasi Davos, yang ditandatangani oleh lebih dari 150 jutawan di beberapa negara.
Dukungan terhadap seruan pajak miliarder lebih besar didukung oleh aktor Amerika Mark Ruffalo. Di antara pendukung gerakan sebelumnya adalah pewaris Disney, Abigail Disney, Nick Hanauer, seorang pengusaha AS dan investor awal di raksasa online Amazon, dan Morris Pearl, mantan direktur pelaksana di perusahaan investasi BlackRock.
Selama satu dekade terakhir, semakin banyak jutawan dan miliarder di Amerika Serikat (AS) dan Eropa telah menyerukan pemerintah untuk mengenakan pajak yang lebih tinggi, termasuk pungutan kekayaan pada orang terkaya.
Baca Juga: 3 Orang Terkaya di Ukraina, Nomor 1 Hartanya Tembus Rp109 Triliun dan Punya 100 Perusahaan
Sementara itu hanya sejumlah kecil jutawan di Davos yang menghadiri protes, para juru kampanye telah mengirimkan surat terbuka kepada semua delegasi Davos, yang ditandatangani oleh lebih dari 150 jutawan di beberapa negara.
Dukungan terhadap seruan pajak miliarder lebih besar didukung oleh aktor Amerika Mark Ruffalo. Di antara pendukung gerakan sebelumnya adalah pewaris Disney, Abigail Disney, Nick Hanauer, seorang pengusaha AS dan investor awal di raksasa online Amazon, dan Morris Pearl, mantan direktur pelaksana di perusahaan investasi BlackRock.
Lihat Juga :