Meneropong Pergerakan GoTo di Tengah Kejatuhan Saham Sektor Teknologi
Rabu, 25 Mei 2022 - 22:32 WIB
loading...
A
A
A
Fendi juga melihat besarnya kapitalasi GoTo menjadikan pergerakan terhadap saham emiten ini di BEI relatif stabil. Sebagai emiten dengan kapitalisasi saham terbesar kelima, posisi GoTo sangat strategis dan berpengaruh besar terhadap pergerakan indeks. Sehingga banyak pihak yang berkepentingan terhadap saham GoTo.
Baca Juga: Resmi IPO di Tengah Gejolak Pasar Global, IPO GOTO Masih Menarik Bagi Investor
Sejak IPO pada 11 April lalu, saham GoTo selalu menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan di BEI. Sebagai contoh, berdasarkan data transaksi di bursa saham, selama periode 17 – 20 Mei 2022, GoTo menjadi saham yang paling tinggi kenaikannya, yaitu 56,7%. Pada periode tersebut, nilai transaksi atas saham GoTo juga menjadi yang tertinggi, di atas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (persero) (TLKM) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Selama empat hari bursa itu, nilai transaksi atas saham GoTo oleh investor mencapai lebih dari Rp 5,01 triliun, diatas BBCA Rp 4,51 triliun, TLKM Rp 3,17 triliun dan BBRI sebesar Rp 2,99 triliun. Kemarin (24/5), transaksi atas saham GoTo juga masih yang terbesar mencapai senilai Rp 1,28 triliun dengan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 4.230 miliar saham yang setara dengan 24,32% perdagangan saham di BEI pada hari itu.
“Tingginya volume dan frekuensi transaksi atas saham GoTo menjadi indikasi bahwa saham ini likuid dan itu menjadi daya tarik investor. Tapi yang perlu diingat, investasi di saham Teknologi tidak bisa dilakukan sesaat atau jangka pendek saja , karena bisnis teknologi memiliki karakter yang berbeda dengan bisnis kebanyakan yang sudah berkembang sebelumnya, sehingga karakteristik investornya juga berbeda,” imbuh Fendi.
Baca Juga: Resmi IPO di Tengah Gejolak Pasar Global, IPO GOTO Masih Menarik Bagi Investor
Sejak IPO pada 11 April lalu, saham GoTo selalu menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan di BEI. Sebagai contoh, berdasarkan data transaksi di bursa saham, selama periode 17 – 20 Mei 2022, GoTo menjadi saham yang paling tinggi kenaikannya, yaitu 56,7%. Pada periode tersebut, nilai transaksi atas saham GoTo juga menjadi yang tertinggi, di atas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (persero) (TLKM) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Selama empat hari bursa itu, nilai transaksi atas saham GoTo oleh investor mencapai lebih dari Rp 5,01 triliun, diatas BBCA Rp 4,51 triliun, TLKM Rp 3,17 triliun dan BBRI sebesar Rp 2,99 triliun. Kemarin (24/5), transaksi atas saham GoTo juga masih yang terbesar mencapai senilai Rp 1,28 triliun dengan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 4.230 miliar saham yang setara dengan 24,32% perdagangan saham di BEI pada hari itu.
“Tingginya volume dan frekuensi transaksi atas saham GoTo menjadi indikasi bahwa saham ini likuid dan itu menjadi daya tarik investor. Tapi yang perlu diingat, investasi di saham Teknologi tidak bisa dilakukan sesaat atau jangka pendek saja , karena bisnis teknologi memiliki karakter yang berbeda dengan bisnis kebanyakan yang sudah berkembang sebelumnya, sehingga karakteristik investornya juga berbeda,” imbuh Fendi.
(akr)
Lihat Juga :