Kiat Livehaf Bertahan di Bisnis Clothing Saat Pandemi
Senin, 22 Juni 2020 - 20:08 WIB
loading...
A
A
A
"Livehaf bisa di posisi ini dengan selalu melakukan riset terlebih dahulu. Mencari uang itu susah, maka saya berhati-hati dalam setiap pengambilan keputusan," ujarnya.
Sebelum memulai bisnis Livehaf, Arif pun telah mencoba berbagai bisnis lainnya namun tidak berhasil. Di awal meniti karirnya pun, Arif mendapatkan pelajaran bahwa harus lebih berhati-hati dalam menaruh kepercayaan.
"Dulu awalnya memulai bisnis dari ikan hias, hanya Rp 200.000 sebulan, dengan keuntungan Rp70.000-an saja karena memang belum mengerti apa-apa pada saat itu," kenangnya.
Saat ini Arif telah memfokuskan seluruh waktunya untuk mengembangkan Livehaf menjadi brand nomor 1 di Indonesia. Dia percaya bahwa untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan fokus pada satu bidang, tidak boleh lompat-lompat industri.
Komitmen ini pun membuat Livehaf bisa bertahan di tengah kondisi sulit akibat pandemi COVID-19 yang memukul berbagai sektor bisnis. Meski saat ini Livehaf ikut terpukul, namun masih dapat membayarkan gaji karyawan tanpa pengurangan sama sekali.
Sebelum memulai bisnis Livehaf, Arif pun telah mencoba berbagai bisnis lainnya namun tidak berhasil. Di awal meniti karirnya pun, Arif mendapatkan pelajaran bahwa harus lebih berhati-hati dalam menaruh kepercayaan.
"Dulu awalnya memulai bisnis dari ikan hias, hanya Rp 200.000 sebulan, dengan keuntungan Rp70.000-an saja karena memang belum mengerti apa-apa pada saat itu," kenangnya.
Saat ini Arif telah memfokuskan seluruh waktunya untuk mengembangkan Livehaf menjadi brand nomor 1 di Indonesia. Dia percaya bahwa untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan fokus pada satu bidang, tidak boleh lompat-lompat industri.
Komitmen ini pun membuat Livehaf bisa bertahan di tengah kondisi sulit akibat pandemi COVID-19 yang memukul berbagai sektor bisnis. Meski saat ini Livehaf ikut terpukul, namun masih dapat membayarkan gaji karyawan tanpa pengurangan sama sekali.
Lihat Juga :