Perkuat Rekomendasi Kebijakan, Task Force Energy, Sustainability and Climate B20 Tambahkan Target Kinerja dan SDG's

Jum'at, 27 Mei 2022 - 17:08 WIB
loading...
Perkuat Rekomendasi...
Chair of Task Force Energy, Sustainability, and Climate B20, Nicke Widyawati memberikan sambutan pada acara 4th Task Force Energy, Sustainability & Climate Call Meeting B20 Indonesia 2022 yang digelar secara daring pada Selasa (24/05/2022).
A A A
JAKARTA - Task Force Energy, Sustainability and Climate (TF ESC) B20 terus memantapkan langkah menghasilkan rekomendasi kebijakan dalam Presidensi G20 Indonesia melalui pertemuan antar anggota bertajuk The Fourth Task Force Call Meeting yang diadakan secara daring pada Selasa, (24/5/2022) lalu yang berpusat di Jakarta.

Dipimpin langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati selaku Chair, pertemuan ini diikuti oleh sekitar 140 peserta yang terdiri dari Deputy Chair Task Force ESC Agung Wicaksono, Policy Manager Task Force ESC Oki Muraza, 8 Co-Chairs Task Force ESC B20 dan para anggota B20 yang berasal dari 19 industri dan 25 negara.

Pada pertemuan ke-4 ini, salah satu fokus pembahasan adalah penambahan aspek SDG’s dan Key Performance Indicator (KPI) ke dalam rekomendasi kebijakan.

“Berdasarkan hasil diskusi antara Task Force dan Dewan Pelaksana, telah disepakati bahwa seluruh Task Force B20 perlu mengaitkan tujuan-tujuan SDGs yang relevan dengan rancangan rekomendasi kebijakan serta menyusun KPI sebagai indikator pemantauan dalam rancangan kebijakan,” ujar Nicke.

Perkuat Rekomendasi Kebijakan, Task Force Energy, Sustainability and Climate B20 Tambahkan Target Kinerja dan SDG's


Selain itu, Nicke juga kembali menyampaikan tujuan utama dari forum ini adalah untuk memastikan proses yang inklusif dalam penyusunan rekomendasi dan kebijakan di mana seluruh anggota Task Force memiliki kesempatan dalam menyampaikan pandangannya.

“Saya berharap, kita dapat bekerja sama dalam menyusun usulan kebijakan yang efektif dan dapat diimplementasikan serta mampu mewakili kepentingan komunitas bisnis dari negara anggota B20,” imbuh Nicke.

Manager Policy TF ESC B20, Oki Muraza selanjutnya menjelaskan beberapa usulan KPI dalam rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat menjadi indikator dalam memantau jalannya rekomendasi kebijakan, di antaranya peningkatan persentase energi terbarukan dari total pasokan energi global dan penciptaan lapangan pekerjaan yang berhubungan dengan energi bersih dan teknologi rendah emisi.

“KPI ini kami susun mempertimbangkan kebijakan yang telah dibuat pada presidensi B20 Italia dengan menambahkan beberapa aspek yang sejalan dengan rekomendasi kebijakan B20 tahun ini,” kata Oki.

Selain itu, rekomendasi kebijakan yang disusun dipastikan pula sejalan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs), seperti terkait energy bersih yang terjangkau (SDG No. 7 Affordable and Clean Energy) dan terkait aksi iklim (SDGs No. 13 Climate Action).

Pada kesempatan yang sama, Deputy Chair TF ESC, Agung Wicaksono menjelaskan TF ESC masih memiliki 1 kali jadwal TF Call Juni 2022 sebagai momen untuk menyampaikan rekomendasi kebijakan final. Agung mengharapkan, dalam rentang waktu yang singkat ini, anggota TF dapat terus memberikan masukan dan pandangan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang berdampak dan dapat ditindaklanjuti oleh kepemimpinan G20.

Selain itu, Ia juga memaparkan beberapa kegiatan penting lainnya yang akan digelar TF ESC setelah pelaksanaan TF Call terakhir, antara lain B20/G20 Ministerial Dialogue pada Juli 2022, Forum Investasi bertajuk “2nd Partners in Energy Transition” berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Forum Investasi “SOE Trade & Investment Forum” bekerja sama dengan Kementerian BUMN pada September 2022 dan ditutup dengan pelaksanaan B20 Summit pada November 2022. CM
(srf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Rekomendasi
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Berita Terkini
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved