Rute Baru, Penumpang KRL Bogor - Sudirman Harus Transit di Manggarai
Minggu, 29 Mei 2022 - 20:01 WIB
loading...
Rute KRL commuter berubah terjadi seiring rencana pelaksanaan switch over (SO) ke-5 di Stasiun Manggarai. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - KRL Commuter Line mengalami perubahan rute perjalanan pada lintas Bogor/Depok dan Cikarang/Bekasi. Perubahan rute ini terjadi seiring rencana pelaksanaan switch over (SO) ke-5 di Stasiun Manggarai.
Terdapat tiga rute KRL yang berubah, yakni Jakarta-Bekasi, Jakarta-Cikarang, dan Bogor/Depok/Nambo ke arah Sudirman. Para penumpang di tiga rute tersebut harus transit di Manggarai.
Perubahan rute tersebut membuat penumpang berkeluh kesah. Salah satunya, Gardis (26) seorang karyawati yang berkantor di kawasan Sudirman menggunakan jasa KRL. "Rute peralihan saat ini sangat menyusahkan karena semua jurusan numpuk di Manggarai. Terus untuk direction juga belum jelas ke mana," kata dia, kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (29/5/2022).
Baca Juga: Sempat Semrawut, Perubahan Rute KRL Bekasi Tetap Dilanjutkan
Tak hanya itu, banyak infrastruktur pendukung masih belum berfungsi secara optimal, misalnya ketersediaan lift, eskalator, maupun tangga yang kurang. Hal itu bisa dilihat dari adanya sistem satu arah tangga yang dilakukan oleh petugas stasiun. Misalnya ada banyak penumpang melakukan perjalanan lanjutan numpuk berlaku satu arah.
Terdapat tiga rute KRL yang berubah, yakni Jakarta-Bekasi, Jakarta-Cikarang, dan Bogor/Depok/Nambo ke arah Sudirman. Para penumpang di tiga rute tersebut harus transit di Manggarai.
Perubahan rute tersebut membuat penumpang berkeluh kesah. Salah satunya, Gardis (26) seorang karyawati yang berkantor di kawasan Sudirman menggunakan jasa KRL. "Rute peralihan saat ini sangat menyusahkan karena semua jurusan numpuk di Manggarai. Terus untuk direction juga belum jelas ke mana," kata dia, kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (29/5/2022).
Baca Juga: Sempat Semrawut, Perubahan Rute KRL Bekasi Tetap Dilanjutkan
Tak hanya itu, banyak infrastruktur pendukung masih belum berfungsi secara optimal, misalnya ketersediaan lift, eskalator, maupun tangga yang kurang. Hal itu bisa dilihat dari adanya sistem satu arah tangga yang dilakukan oleh petugas stasiun. Misalnya ada banyak penumpang melakukan perjalanan lanjutan numpuk berlaku satu arah.
Lihat Juga :