Urgensi Bisnis Berkelanjutan Jadi Kebutuhan Perusahaan di Masa Depan
Minggu, 29 Mei 2022 - 22:34 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, ia menilai telah tumbuh kesadaran pada pelaku industri di Tanah Air untuk tidak semata memikirkan profit, tapi juga planet dan people meskipun semua aspek bisnis berkelanjutan dan ekonomi sirkular dilakukan secara sempurna oleh produsen lokal. "Tapi, memang ada komitmen dan upaya untuk melakukan proses-proses yang lebih hijau sifatnya," kata dia.
Salah satunya ia menyebut, inisiatif yang dilakukan oleh Danone Indonesia. Perusahaan ini menurut Sonny memiliki nilai kepedulian mengumpulkan kemasan plastik paska konsumsi untuk kemudian diolah kembali dijadikan bahan baku kemasan mereka, atau untuk produk berbeda yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Kemasan produk berbahan plastik itu bisa diproduksi ulang untuk kebutuhan yang lain, atau dikirim ke produsen pemilik merek untuk dipakai kembali sebagai bahan baku sehingga mengurangi pengerukan sumber daya alam," urainya.
Baca Juga: Bikin Cemas, Ramalan Bill Gates Mulai Terjadi di Semarang
Sekedar informasi, dalam IGSCA 2022, Danone Indonesia berhasil masuk ke dalam 10 besar perusahaan yang mengusung konsep green company dan diumumkan sebagai pemenang pada tanggal 12 Mei 2022. Terpisah, VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan Danone memiliki kepedulian serta komitmen dalam melaksanakan bisnis berkelanjutan yang bertanggung jawab.
"Tidak hanya sekedar melaksanakan tanggung jawab sosial, namun lebih dari itu. Strategi bisnis perusahaan berlandaskan keberlanjutan dan selalu mengacu pada SDGs, sehingga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan pemerintah," kata dia.
Berdasarkan laporan, Danone meluncurkan inisiatif Bijak Berplastik tahun 2018 demi mengumpulkan lebih banyak sampah kemasan plastik daripada yang digunakan pada 2025, mengedukasi 100 juta konsumen dan 5 juta anak sekolah, serta mengembangkan kemasan yang 100% dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang atau dapat dijadikan kompos dan memiliki kandungan daur ulang hingga 50% pada kemasannya di 2025.
Salah satunya ia menyebut, inisiatif yang dilakukan oleh Danone Indonesia. Perusahaan ini menurut Sonny memiliki nilai kepedulian mengumpulkan kemasan plastik paska konsumsi untuk kemudian diolah kembali dijadikan bahan baku kemasan mereka, atau untuk produk berbeda yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Kemasan produk berbahan plastik itu bisa diproduksi ulang untuk kebutuhan yang lain, atau dikirim ke produsen pemilik merek untuk dipakai kembali sebagai bahan baku sehingga mengurangi pengerukan sumber daya alam," urainya.
Baca Juga: Bikin Cemas, Ramalan Bill Gates Mulai Terjadi di Semarang
Sekedar informasi, dalam IGSCA 2022, Danone Indonesia berhasil masuk ke dalam 10 besar perusahaan yang mengusung konsep green company dan diumumkan sebagai pemenang pada tanggal 12 Mei 2022. Terpisah, VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan Danone memiliki kepedulian serta komitmen dalam melaksanakan bisnis berkelanjutan yang bertanggung jawab.
"Tidak hanya sekedar melaksanakan tanggung jawab sosial, namun lebih dari itu. Strategi bisnis perusahaan berlandaskan keberlanjutan dan selalu mengacu pada SDGs, sehingga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan pemerintah," kata dia.
Berdasarkan laporan, Danone meluncurkan inisiatif Bijak Berplastik tahun 2018 demi mengumpulkan lebih banyak sampah kemasan plastik daripada yang digunakan pada 2025, mengedukasi 100 juta konsumen dan 5 juta anak sekolah, serta mengembangkan kemasan yang 100% dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang atau dapat dijadikan kompos dan memiliki kandungan daur ulang hingga 50% pada kemasannya di 2025.
(nng)
Lihat Juga :