Kementerian PUPR Bakal Bedol Produk Asing yang Ada di Proyeknya

Senin, 30 Mei 2022 - 14:38 WIB
loading...
Kementerian PUPR Bakal...
Sekjen PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan akan mencopot jika terdapat bangunan proyeknya yang menggunakan produk luar negeri. Foto/IqbalDwiPurnama/MPI
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) tengah serius untuk menerapkan penggunaan produk dalam negeri dalam setiap pembangunan yang dilakukan, mulai dari material hingga fasilitas bangunan.

Baca juga: Rombak Pejabat di PUPR, Basuki: Jangan Salahgunakan Wewenang

Sekretaris Jendral Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan pihaknya bakal mencopot dan mengganti jika terdapat bangunan proyeknya yang menggunakan produk luar negeri.

"Pak Menteri dalam setiap melakukan kunjungan kerja di lokasi pembangunan infrastruktur selalu mengecek terutama produksinya dari mana," ujar Zainal Fatah saat menghadiri acara Business Matching III di JCC Senayan, Senin (30/5/2022).

Sekjen Zainal Fatah mengatakan langkah tersebut untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari APBN yang diberikan digunakan untuk pemanfaatan produk dalam negeri.

"Misalnya ada lampu, nanti kita ambil, kita lihat ini produksi dari mana. Kalau produksi dalam negeri oke lanjut, tapi kalau produksi luar negeri atau merek yang pabriknya belum ada dalam negeri, bakal diperintahkan untuk mengganti," sambungnya.

Sebab menurutnya pemanfaatan produksi dalam negeri sama saja mendukung untuk penciptaan lapangan kerja baru untuk masyarakat. Sehingga pada akhirnya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian.

"Iya sudah ada (yang diganti) misalnya kemarin ada lampu, AC, itu dicek betul, misal bukan produk dalam negeri, kita akan minta ganti dengan produk dalam negeri atau merek asing tapi pabriknya di dalam negeri. Ke depan harus (seperti itu)," pungkasnya.



Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah serius untuk menerapkan penggunaan produk dalam negeri dalam setiap pembangunan yang dilakukan, mulai dari material hingga fasilitas bangunan.

Sekretaris Jendral Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan pihaknya bakal mencopot dan mengganti jika terdapat bangunan proyeknya yang menggunakan produk luar negeri.

"Pak Menteri dalam setiap melakukan kunjungan kerja di lokasi pembangunan infrastruktur selalu mengecek terutama produksinya dari mana," ujar Zainal Fatah saat menghadiri acara Business Matching III di JCC Senayan, Senin (30/5/2022).

Sekjen Zainal Fatah mengatakan langkah tersebut untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari APBN yang diberikan digunakan untuk pemanfaatan produk dalam negeri.

"Misalnya ada lampu, nanti kita ambil, kita lihat ini produksi dari mana. Kalau produksi dalam negeri oke lanjut, tapi kalau produksi luar negeri atau merek yang pabriknya belum ada dalam negeri, bakal diperintahkan untuk mengganti," sambungnya.

Sebab menurutnya pemanfaatan produksi dalam negeri sama saja mendukung untuk penciptaan lapangan kerja baru untuk masyarakat. Sehingga pada akhirnya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian.

Baca juga: Umumkan Idap Tumor Payudara, Marshanda Singgung soal Kematian

"Iya sudah ada (yang diganti) misalnya kemarin ada lampu, AC, itu dicek betul, misal bukan produk dalam negeri, kita akan minta ganti dengan produk dalam negeri atau merek asing tapi pabriknya di dalam negeri. Ke depan harus (seperti itu)," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
PTPP Gelar RUPST Tahun...
PTPP Gelar RUPST Tahun Buku 2025: Tetapkan Perubahan Anggaran Dasar dan Perkuat Strategi Bisnis
Purbaya Sentil Proyek...
Purbaya Sentil Proyek Whoosh dan LRT, Minim Pengawasan Bikin Biaya Bengkak Puluhan Triliun
PTPP Raih Proyek Jembatan...
PTPP Raih Proyek Jembatan Pulau Laut Rp1,02 T, Perkuat Konektivitas Kalimantan Selatan
Perang Picu Ketidakpastian,...
Perang Picu Ketidakpastian, Investor Wait and See Garap Proyek Jalan Tol RI
Perkuat Belanja Infrastruktur,...
Perkuat Belanja Infrastruktur, Kementerian PU Raih Penghargaan P2DN 2025
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Uji Coba MLFF Dipersiapkan Matang
Dasco Minta Impor Mobil...
Dasco Minta Impor Mobil Pikap dari India Ditunda, Great Institute: Cerminan DPR Pro Industri Dalam Negeri
Sebut Ada 3 Proyek Besar,...
Sebut Ada 3 Proyek Besar, Rachmat Gobel Optimistis Gorontalo Bakal Maju
Rekomendasi
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved