AP II Perkuat Kolaborasi Rampungkan Tiga Isu Bisnis Penerbangan
Selasa, 23 Juni 2020 - 11:11 WIB
loading...
Calon penumpang mengamati jadwal penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (21/3/2020). ANTARA FOTO/Fauzan/aww
A
A
A
JAKARTA - Sektor penerbangan di dunia saat ini tertekan pandemi Covid-19, tidak terkecuali di Indonesia. President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan perlu adanya peningkatan kolaborasi di antara stakeholder guna membawa sektor penerbangan kembali rebound.
“Sektor penerbangan nasional memiliki kemampuan berkontribusi besar dalam mendukung aktivitas dan perekonomian Indonesia," kata Awaluddin di Jakarta, Selasa (22/6/2020). (Baca : Pertama di RI, Bandara Soetta Terapkan Airport Collaborative Decision Making )
Dia melanjutkan, ada tiga kelebihan di moda transportasi udara yaitu flexibility untuk mendukung pergerakan orang, lalu capacity untuk mobilisasi besar, serta connectivity untuk menyatukan Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
“Jangan sampai tiga kelebihan yang dimiliki sektor penerbangan itu menghilang begitu saja karena pandemi Covid-19. Harus ada perbaikan supaya kontribusi sektor penerbangan tetap terjaga dan ditingkatkan pada masa adaptasi kebiasaan baru ini,” katanya.
Dia menuturkan saat ini ada tiga isu yang harus diselesaikan oleh stakeholder transportasi udara, yaitu terkait slot time penerbangan, rute penerbangan dan frekuensi penerbangan di dalam satu rute.
“Sektor penerbangan nasional memiliki kemampuan berkontribusi besar dalam mendukung aktivitas dan perekonomian Indonesia," kata Awaluddin di Jakarta, Selasa (22/6/2020). (Baca : Pertama di RI, Bandara Soetta Terapkan Airport Collaborative Decision Making )
Dia melanjutkan, ada tiga kelebihan di moda transportasi udara yaitu flexibility untuk mendukung pergerakan orang, lalu capacity untuk mobilisasi besar, serta connectivity untuk menyatukan Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
“Jangan sampai tiga kelebihan yang dimiliki sektor penerbangan itu menghilang begitu saja karena pandemi Covid-19. Harus ada perbaikan supaya kontribusi sektor penerbangan tetap terjaga dan ditingkatkan pada masa adaptasi kebiasaan baru ini,” katanya.
Dia menuturkan saat ini ada tiga isu yang harus diselesaikan oleh stakeholder transportasi udara, yaitu terkait slot time penerbangan, rute penerbangan dan frekuensi penerbangan di dalam satu rute.
Lihat Juga :