AP II Perkuat Kolaborasi Rampungkan Tiga Isu Bisnis Penerbangan
Selasa, 23 Juni 2020 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
“Slot time penerbangan harus dimaksimalkan, lalu rute penerbangan harus kembali diaktifkan, dan frekuensi penerbangan di rute yang sudah aktif harus ditingkatkan dari yang ada sekarang," imbuhnya.
Di tengah pandemi ini, ungkapnya, PT Angkasa Pura II selaku operator bandara akan memaksimalkan slot time penerbangan di bandara. “Kami mendorong sebaran slot time penerbangan lebih merata. Komunikasi akan dilakukan dengan pihak terkait termasuk maskapai agar tidak ada lagi saling mengajukan penerbangan hanya di jam-jam tertentu, sehingga banyak alternatif pilihan jam penerbangan bagi para pengguna jasa,” imbuhnya. (Baca juga : Banyak Kursi Kosong, Bos Garuda: Bisa Main Bola di Dalam Pesawat )
Awaluddin menyatakan pihaknya akan membahas bersama maskapai agar rute-rute yang saat ini belum aktif bisa kembali dibuka terutama rute-rute destinasi yang menjadi kebutuhan dan peluang. Selain itu, frekuensi penerbangan di rute-rute yang sudah aktif juga akan dibahas untuk ditingkatkan kembali.
“Kendala saat ini adalah masyarakat sulit melakukan perjalanan antara lain karena rutenya tidak ada dan frekuensi penerbangan sedikit misalnya di satu rute hanya ada 1-2 kali penerbangan per hari. Harus dipikirkan bagaimana seluruh stakeholder transportasi udara ini bersama-sama dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Di tengah pandemi ini, ungkapnya, PT Angkasa Pura II selaku operator bandara akan memaksimalkan slot time penerbangan di bandara. “Kami mendorong sebaran slot time penerbangan lebih merata. Komunikasi akan dilakukan dengan pihak terkait termasuk maskapai agar tidak ada lagi saling mengajukan penerbangan hanya di jam-jam tertentu, sehingga banyak alternatif pilihan jam penerbangan bagi para pengguna jasa,” imbuhnya. (Baca juga : Banyak Kursi Kosong, Bos Garuda: Bisa Main Bola di Dalam Pesawat )
Awaluddin menyatakan pihaknya akan membahas bersama maskapai agar rute-rute yang saat ini belum aktif bisa kembali dibuka terutama rute-rute destinasi yang menjadi kebutuhan dan peluang. Selain itu, frekuensi penerbangan di rute-rute yang sudah aktif juga akan dibahas untuk ditingkatkan kembali.
“Kendala saat ini adalah masyarakat sulit melakukan perjalanan antara lain karena rutenya tidak ada dan frekuensi penerbangan sedikit misalnya di satu rute hanya ada 1-2 kali penerbangan per hari. Harus dipikirkan bagaimana seluruh stakeholder transportasi udara ini bersama-sama dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
(ind)
Lihat Juga :