KTT G20 Jadi Momentum Pengembangan Mobil Listrik
Kamis, 02 Juni 2022 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia berkomitmen terus mengembangkan transisi energi dengan implementasi nyata pengembangan kendaraan listrik di masa depan.
Salah satunya dengan menghadirkan bus listrik Merah Putih yang akan digunakan selama kegiatan Presidensi G20. Saat ini proses pembuatannya ditargetkan rampung pada Oktober 2022. Bus Listrik Merah Putih juga menjadi lanjutan dari bus listrik buatan PT INKA (Persero) bernama E-Inobus.
Pengembangan bus ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi di antaranya ITS, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Baca Juga: Mobil Listrik G20, Komitmen Indonesia Kembangkan Teknologi Ramah Lingkungan
Lima pabrikan Jepang, Toyota, Mitsubishi, Nissan, Isuzu, dan Fuso berkolaborasi dalam 'EV Smart Mobility' yaitu pengembangan ekosistem mobilitas elektrifikasi di Bali.
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, Indonesia diyakini bisa menjadi pemain utama pada industri kendaraan listrik global. Hal itu dikarenakan berlimpahnya nikel, komponen utama baterai kendaraan listrik, di Tanah Air.
“Selain itu tentunya dukungan dari dunia internasional, karena mereka berkomitmen memberikan bantuan kepada Indonesia agar proses transisi ini bisa berjalan secepatnya,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Ia pun tidak memungkiri jika transisi menuju pemanfaatan EBT masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Namun, melalui forum Presidensi G20 2022, Indonesia bisa mendorong komitmen mempercepat transisi energi melalui kebijakan yang bersifat progresif.
Salah satunya dengan menghadirkan bus listrik Merah Putih yang akan digunakan selama kegiatan Presidensi G20. Saat ini proses pembuatannya ditargetkan rampung pada Oktober 2022. Bus Listrik Merah Putih juga menjadi lanjutan dari bus listrik buatan PT INKA (Persero) bernama E-Inobus.
Pengembangan bus ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi di antaranya ITS, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Baca Juga: Mobil Listrik G20, Komitmen Indonesia Kembangkan Teknologi Ramah Lingkungan
Lima pabrikan Jepang, Toyota, Mitsubishi, Nissan, Isuzu, dan Fuso berkolaborasi dalam 'EV Smart Mobility' yaitu pengembangan ekosistem mobilitas elektrifikasi di Bali.
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, Indonesia diyakini bisa menjadi pemain utama pada industri kendaraan listrik global. Hal itu dikarenakan berlimpahnya nikel, komponen utama baterai kendaraan listrik, di Tanah Air.
“Selain itu tentunya dukungan dari dunia internasional, karena mereka berkomitmen memberikan bantuan kepada Indonesia agar proses transisi ini bisa berjalan secepatnya,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Ia pun tidak memungkiri jika transisi menuju pemanfaatan EBT masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Namun, melalui forum Presidensi G20 2022, Indonesia bisa mendorong komitmen mempercepat transisi energi melalui kebijakan yang bersifat progresif.
Lihat Juga :