Didampingi Angela Tanoesoedibjo, Menparekraf Sandiaga Uno Paparkan Pagu Anggaran 2023
Jum'at, 03 Juni 2022 - 16:47 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menghadiri rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Jakarta, Kamis (2/6/2022). FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan resume pagu anggaran tahun anggaran 2023 dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI. Rapat yang juga dihadiri oleh Wamenparekraf/Wakabaparekraf, Angela Tanoesoedibjo itu dilaksanakan pada Kamis, (2/6/2022).
Sandiaga mengatakan untuk resume pagu anggaran Kemenparekraf/Baparekraf saat ini adalah Rp3.316.208.395.000. Jumlah resume ini lebih kecil dari pagu anggaran 2022 yaitu Rp4.020.959.402.000. "Jumlah pagu indikatif 2023 mengalami penurunan sebesar 17,53 persen dibandingkan pagu indikatif 2022," kata Sandiaga.
Baca Juga: Diundang Hadir ke Formula E, Sandiaga Uno: Kami Dukung Seperti MotoGP
Tidak hanya itu, Sandiaga menyebutkan Kemenparekraf saat ini juga mengalami penambahan pencadangan anggaran tahun 2022 sebesar Rp337.637.135.000 untuk mengantisipasi ketidakpastian perekonomian global yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian nasional.
"Kita menghadapi gejolak ekonomi di mana harga kebutuhan pangan dan energi diprediksi akan meningkat secara tajam. Jadi, memang ini adalah realita yang harus kita hadapi bersama," katanya.
Sandiaga mengatakan untuk resume pagu anggaran Kemenparekraf/Baparekraf saat ini adalah Rp3.316.208.395.000. Jumlah resume ini lebih kecil dari pagu anggaran 2022 yaitu Rp4.020.959.402.000. "Jumlah pagu indikatif 2023 mengalami penurunan sebesar 17,53 persen dibandingkan pagu indikatif 2022," kata Sandiaga.
Baca Juga: Diundang Hadir ke Formula E, Sandiaga Uno: Kami Dukung Seperti MotoGP
Tidak hanya itu, Sandiaga menyebutkan Kemenparekraf saat ini juga mengalami penambahan pencadangan anggaran tahun 2022 sebesar Rp337.637.135.000 untuk mengantisipasi ketidakpastian perekonomian global yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian nasional.
"Kita menghadapi gejolak ekonomi di mana harga kebutuhan pangan dan energi diprediksi akan meningkat secara tajam. Jadi, memang ini adalah realita yang harus kita hadapi bersama," katanya.
Lihat Juga :