Menjaga 2 Jurus Pertamina Tetap Berjalan Demi Optimalkan Subsidi Energi
Jum'at, 03 Juni 2022 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Sugeng menambahkan, melalui Program BBM 1 Harga dan OVOO, Pertamina terus memperluas infrastruktur penyaluran BBM dan LPG Subsidi hingga ke seluruh pedesaan. “Program ini juga akan meningkatkan keterjangkauan BBM dan LPG subsidi dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” kata dia.
Dalam kaitan itu pula, imbuh Sugeng, Komisi VII DPR akan mengawasi program tersebut. “Sesuai fungsi pengawasan, Komisi VII juga akan terus mengawasi penyaluran BBM dan LPG Subsidi tepat sasaran,” kata dia.
DPR sendiri, lanjut Sugeng, menyadari bahwa saat ini Pemerintah mengalami beban sangat berat. Terutama di tengah kondisi geopolitik saat ini yang berimbas pada harga minyak dunia. Kondisi terbaru misalnya, Eropa bahkan melarang impor minyak dari Rusia, sebagai dampak konflik Rusia-Ukraina.
Larangan tersebut, kembali membuat harga minyak mentah ikut melambung. Dan saat ini, harga jenis Brent berada pada level USD116,29 per barel atau naik 69 sen yang setara dengan 0,6%. Sementara jenis West Texas Intermediate AS naik 59 sen atau 0,5% menjadi USD 115,26.
“DPR telah menyetujui penambahan subsidi anggaran energi. Karena ini menjadi bagian penting bagi rakyat,” lanjut Sugeng.
Baca Juga: BBM Satu Harga dari Pertamina untuk Indonesia
Dalam kaitan itu pula, imbuh Sugeng, Komisi VII DPR akan mengawasi program tersebut. “Sesuai fungsi pengawasan, Komisi VII juga akan terus mengawasi penyaluran BBM dan LPG Subsidi tepat sasaran,” kata dia.
DPR sendiri, lanjut Sugeng, menyadari bahwa saat ini Pemerintah mengalami beban sangat berat. Terutama di tengah kondisi geopolitik saat ini yang berimbas pada harga minyak dunia. Kondisi terbaru misalnya, Eropa bahkan melarang impor minyak dari Rusia, sebagai dampak konflik Rusia-Ukraina.
Larangan tersebut, kembali membuat harga minyak mentah ikut melambung. Dan saat ini, harga jenis Brent berada pada level USD116,29 per barel atau naik 69 sen yang setara dengan 0,6%. Sementara jenis West Texas Intermediate AS naik 59 sen atau 0,5% menjadi USD 115,26.
“DPR telah menyetujui penambahan subsidi anggaran energi. Karena ini menjadi bagian penting bagi rakyat,” lanjut Sugeng.
Baca Juga: BBM Satu Harga dari Pertamina untuk Indonesia
Lihat Juga :