Menjaga 2 Jurus Pertamina Tetap Berjalan Demi Optimalkan Subsidi Energi

Jum'at, 03 Juni 2022 - 18:05 WIB
loading...
Menjaga 2 Jurus Pertamina Tetap Berjalan Demi Optimalkan Subsidi Energi
Optimalisasi subsidi Pemerintah oleh Pertamina melalui pengoperasian Lembaga Penyalur Program BBM Satu Harga dan Program One Village One Outlet (OVOO) mendapatkan dukungan penuh. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Optimalisasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liqufied Petroleum Gas ( LPG ) oleh Pertamina melalui pengoperasian Lembaga Penyalur Program BBM Satu Harga dan Program One Village One Outlet (OVOO) mendapatkan dukungan penuh.

Baca Juga: Jalin Kerja Sama, IPB Kenalkan One Village One CEO ke Pemprov Jatim

Menurut Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto, program tersebut merupakan implementasi perlindungan negara kepada rakyat melalui penyediaan BBM dan LPG subsidi.

“BBM dan LPG subsidi menunjukkan negara hadir untuk rakyat dan mewujudkan energi berkeadilan. Untuk itu, kami mendukung berbagai upaya yang dilakukan Pertamina, termasuk memastikan keberlanjutan Program BBM Satu Harga dan OVOO,” kata Sugeng di Jakarta, Jumat (3/6/2022).

Menurut Sugeng, Program BBM 1 Harga dan OVOO merupakan upaya Pemerintah dan Pertamina agar BBM dan LPG subsidi sampai ke seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke hingga pelosok. Dengan program tersebut, masyarakat bisa menikmati BBM dan LPG dengan harga yang sama dengan saudara-saudara mereka di Pulau Jawa.

“Itu peran strategis negara melalui BUMN dan DPR selalu mendukung yang terbaik bagi rakyat,” lanjut Sugeng.

Sugeng menambahkan, melalui Program BBM 1 Harga dan OVOO, Pertamina terus memperluas infrastruktur penyaluran BBM dan LPG Subsidi hingga ke seluruh pedesaan. “Program ini juga akan meningkatkan keterjangkauan BBM dan LPG subsidi dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” kata dia.

Dalam kaitan itu pula, imbuh Sugeng, Komisi VII DPR akan mengawasi program tersebut. “Sesuai fungsi pengawasan, Komisi VII juga akan terus mengawasi penyaluran BBM dan LPG Subsidi tepat sasaran,” kata dia.

DPR sendiri, lanjut Sugeng, menyadari bahwa saat ini Pemerintah mengalami beban sangat berat. Terutama di tengah kondisi geopolitik saat ini yang berimbas pada harga minyak dunia. Kondisi terbaru misalnya, Eropa bahkan melarang impor minyak dari Rusia, sebagai dampak konflik Rusia-Ukraina.

Larangan tersebut, kembali membuat harga minyak mentah ikut melambung. Dan saat ini, harga jenis Brent berada pada level USD116,29 per barel atau naik 69 sen yang setara dengan 0,6%. Sementara jenis West Texas Intermediate AS naik 59 sen atau 0,5% menjadi USD 115,26.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2010 seconds (11.252#12.26)