Pencabutan Subsidi Minyak Goreng Disebut Hanya Mengulangi Kesalahan
Jum'at, 03 Juni 2022 - 21:37 WIB
loading...
Menurutnya, masyarakat menengah bawah dan pelaku usaha kecil masih membutuhkan subsidi minyak goreng, karena tidak mungkin seluruh konsumen curah tercover oleh bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah sebelumnya telah mencabut subsidi untuk minyak goreng curah . Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan, harga minyak goreng curah akan naik lebih tinggi, imbas kebijakan tersebut.
Alasannya karena sebelumnya mekanisme subsidi harga curah belum juga mencapai harga eceran tertinggi (HET) apalagi ketika subsidi dari BPDPKS dicabut.
Baca Juga: Subsidi Migor Curah Distop, Pengamat: Akan Sulit Turunkan Harga
Menurutnya, masyarakat menengah bawah dan pelaku usaha kecil masih membutuhkan subsidi minyak goreng, karena tidak mungkin seluruh konsumen curah tercover oleh bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng.
"Yang jadi catatan adalah subsidi minyak goreng curah sebelumnya adalah pengawasan sulit, tingkat kebocoran lebih tinggi dari subsidi kemasan, dan rantai distribusi terlalu panjang," ungkapnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (3/6/2022).
Alasannya karena sebelumnya mekanisme subsidi harga curah belum juga mencapai harga eceran tertinggi (HET) apalagi ketika subsidi dari BPDPKS dicabut.
Baca Juga: Subsidi Migor Curah Distop, Pengamat: Akan Sulit Turunkan Harga
Menurutnya, masyarakat menengah bawah dan pelaku usaha kecil masih membutuhkan subsidi minyak goreng, karena tidak mungkin seluruh konsumen curah tercover oleh bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng.
"Yang jadi catatan adalah subsidi minyak goreng curah sebelumnya adalah pengawasan sulit, tingkat kebocoran lebih tinggi dari subsidi kemasan, dan rantai distribusi terlalu panjang," ungkapnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (3/6/2022).
Lihat Juga :