Pertama di Indonesia, Bulog Ikan Resmi Beroperasi di Sulsel
Minggu, 05 Juni 2022 - 14:07 WIB
loading...
Di bawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel, Bulog Ikan resmi beroperasi di Sulsel mulai 3 Juni 2022. Foto/Istimewa
A
A
A
TAKALAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel kembali mengukir sejarah baru tahun 2022 ini. Di bawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel, Bulog Ikan resmi beroperasi di Sulsel mulai 3 Juni 2022.
Bulog Ikan ini bukan saja pertama di Sulsel, tapi pertama di Indonesia. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas saat meresmikan Bulog Ikan PT Lontara Jaya Sakti di Pangkalan Pendaratan Ikan, Beba Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Jumat (3/6/2022) lalu.
Baca Juga: April 2022, Nilai Eskpor Sulsel Tembus Rp3 Triliun Lebih
Peresmian Bulog Ikan ini dirangkaikan dengan pelepasan ekspor ikan ke beberapa negara Asia dan pemberian BPJS Ketenagakerjaan kepada ratusan nelayan melalui CSR PT Lontara Jaya Sakti. Kegiatan ini diprakarsai oleh Gerakan Melayani Nelayan (Gamelan) Nusantara.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas mengatakan kolaborasi antara nelayan, koperasi dan pengusaha sangat dibutuhkan guna mendukung aktivitas ekonomi yang produktif di bidang kelautan dan perikanan. Apalagi sektor kelautan dan perikanan tahun ini mengalami kenaikan 25 persen dari tahun sebelumnya.
Bulog Ikan ini bukan saja pertama di Sulsel, tapi pertama di Indonesia. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas saat meresmikan Bulog Ikan PT Lontara Jaya Sakti di Pangkalan Pendaratan Ikan, Beba Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Jumat (3/6/2022) lalu.
Baca Juga: April 2022, Nilai Eskpor Sulsel Tembus Rp3 Triliun Lebih
Peresmian Bulog Ikan ini dirangkaikan dengan pelepasan ekspor ikan ke beberapa negara Asia dan pemberian BPJS Ketenagakerjaan kepada ratusan nelayan melalui CSR PT Lontara Jaya Sakti. Kegiatan ini diprakarsai oleh Gerakan Melayani Nelayan (Gamelan) Nusantara.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas mengatakan kolaborasi antara nelayan, koperasi dan pengusaha sangat dibutuhkan guna mendukung aktivitas ekonomi yang produktif di bidang kelautan dan perikanan. Apalagi sektor kelautan dan perikanan tahun ini mengalami kenaikan 25 persen dari tahun sebelumnya.
Lihat Juga :