IHSG Hari Ini Dibayangi Profit Taking, Prediksinya Melemah di Rentang 7.124-7.241.
Kamis, 09 Juni 2022 - 07:50 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi melemah karena investor melakukan profit taking. IHSG berpotensi bergerak di rentang 7.124 - 7.241. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diprediksi melemah karena investor melakukan profit taking . IHSG berpotensi bergerak di rentang 7.124 - 7.241.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Tak Bertenaga, Saham Berikut Bisa Jadi Pilihan
Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, IHSG memburuk karena kombinasi turunnya indeks Dow Jones di Wall Street sebesar -0.81% & Nasdaq -0.73% akibat guidance akan melemahnya sektor retail dan turunnya saham berbasis teknologi.
"Serta turunnya harga beberapa komoditas seperti: Coal -1.07%, CPO -0.40% & Nikel -3.15% di tengah kembali naiknya yield obligasi di segala tenor berpotensi menjadi excuse untuk investor melakukan aksi profit taking dalam perdagangan Kamis ini," jelas Edwin dalam risetnya, Kamis (9/6/2022).
Di sisi lain, kembali naiknya harga WTI Crude Oil ke level di atas USD122 per barel bisa dipandang menjadi sentimen positif dan negatif. "Dari sisi sentimen positif bisa diartikan saham-saham berbasis Crude Oil dan turunannya diuntungkan dan berpotensi menguat hari ini," kata Edwin.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Tak Bertenaga, Saham Berikut Bisa Jadi Pilihan
Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, IHSG memburuk karena kombinasi turunnya indeks Dow Jones di Wall Street sebesar -0.81% & Nasdaq -0.73% akibat guidance akan melemahnya sektor retail dan turunnya saham berbasis teknologi.
"Serta turunnya harga beberapa komoditas seperti: Coal -1.07%, CPO -0.40% & Nikel -3.15% di tengah kembali naiknya yield obligasi di segala tenor berpotensi menjadi excuse untuk investor melakukan aksi profit taking dalam perdagangan Kamis ini," jelas Edwin dalam risetnya, Kamis (9/6/2022).
Di sisi lain, kembali naiknya harga WTI Crude Oil ke level di atas USD122 per barel bisa dipandang menjadi sentimen positif dan negatif. "Dari sisi sentimen positif bisa diartikan saham-saham berbasis Crude Oil dan turunannya diuntungkan dan berpotensi menguat hari ini," kata Edwin.
Lihat Juga :