Mal Masih Lesu

Rabu, 24 Juni 2020 - 07:23 WIB
loading...
A A A
Penurunan aktivitas belanja di mal maupun pusat ritel lainnya juga dikarenakan perubahan perilaku belanja konsumen yang beralih pada peningkatan pembelian bahan pangan dan belanja barang medis. “Covid-19 telah mengubah perilaku konsumsi masyarakat seperti income-nya kebanyakan ?turun. Juga, perubahan prioritas konsumen untuk tidak melakukan pembelian kebutuhan sekunder,” ungkapnya.

APPBI terus melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan sehingga bisa meyakinkan masyarakat bahwa mal merupakan tempat berbelanja yang aman. “Saya kira pelan-pelan pasti naik lagi. Kalau lihat data, pengunjung mal juga naik terus karena tidak bisa dipaksa buru-buru. Jadi kita jangan berpikir untung saja,” jelasnya. (Baca juga: WHO: Kurangnya Kepemimpinan Global Ancaman Besar Perangi Pandemi)

Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan, masyarakat yang berkunjung dan berbelanja ke mal harus disiplin. Bagi masyarakat yang sakit diminta tidak memaksakan diri mengunjungi mal.“Yang paling utama tentu kita harapkan kedisiplinan dari masyarakat. Kalau yang merasa sakit supaya tidak pergi dulu ke mal, kemudian yang tidak sakit wajib menggunakan masker dan jaga jarak,” ucapnya.

Pengelola mal maupun pusat perbelanjaan di Indonesia, kata dia, telah membekali diri dengan prosedur masing-masing. “Kalau peritel modern kita sudah ada tiga protap. Satu dari pemerintah melalui Satgas Covid-19, kedua dari pemerintah daerah, dan ketiga prosedur bagi pengelola mal itu sendiri memperlakukan pengunjungnya pada kenormalan baru ini,” ungkapnya.

Dia memastikan bahwa berbelanja di toko modern akan jauh lebih aman sebab pengunjung dihadapkan pada protokol kesehatan yang ketat. “Ini akan bergantung pada kedisiplinan. Bukan hanya dari pelaku usahanya, namun juga masyarakatnya. Kita paham keinginan masyarakat yang ingin rileks, namun lebih penting lagi mawas diri terhadap situasi pandemi,” pungkasnya.

Marketing Communication Grand Indonesia Dinia Widodo mengatakan, sepekan beroperasi, jumlah pengunjung rata-rata 30-38% dibandingkan saat kondisi normal. Menurutnya, Grand Indonesia sangat ketat dalam melakukan protokol pencegahan Covid-19. Satu di antaranya memperbanyak tanda pembatas agar pengunjung disiplin melakukan jaga jarak. Mulai dari pintu masuk, antrean di saat masuk lift, toilet, musala, juga di eskalator.

“Beberapa alat yang press button kami ganti dengan sensor. Namun, untuk di dalam lift kami masih manual dengan menghadirkan petugas di dalam. Sehingga pengunjung hanya perlu menyebutkan lantai yang dituju,” ungkap Dinia. Foodcourt juga sudah ada pemisah di setiap mejanya, kepada seluruh tenant khususnya F&B, manajemen Grand Indonesia meminta para tenant menjalankan ketentuan dari pemerintah dalam masa transisi ini. (Baca juga: Jangan Jadikan Rapid Test Ladang Bisnis)

Public Relations Assistant Manager Lotte Shopping Avenue Lolita Safitri mengatakan, sejak dibuka Lotte Shopping Avenue pada 15 Juni 2020, jumlah pengunjung masih terlihat ramai meskipun jumlahnya berbeda sebelum ada Covid-19. “Untuk kapasitas pengunjung Lotte Shopping Avenue tetap mengikuti anjuran pemerintah, yaitu 50% dari daya tampung kami. Jika sebelum Covid-19 kami bisa pengunjung sekitar 35.000, jadi saat Covid-19 kita hanya boleh menampung setengahnya,” jelas Lolita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Investor Baru IKN...
3 Investor Baru IKN Siap Tanam Investasi, Bangun Mal hingga Fasilitas Olahraga
Pappajack Soft Opening,...
Pappajack Soft Opening, Momentum DADA Perkuat Portofolio Properti Komersial
Kepri Mall Bertransformasi...
Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota Batam
Konsumsi Masyarakat...
Konsumsi Masyarakat Bakal Ngebut di Peak Season Nataru Bikin Sektor Ritel Pede Menatap 2026
Transformasi Mal, Ini...
Transformasi Mal, Ini Strategi Jitu LPKR Gaet Pengunjung dan Dongkrak Kinerja
Respons Fenomena Rojali,...
Respons Fenomena Rojali, Mendag: Lihat-lihat Barang Itu Wajar
Iduladha, The Park Pejaten...
Iduladha, The Park Pejaten Bagikan Hewan Kurban bagi Masyarakat Sekitar
Razia Pak Ogah di Pusat...
Razia 'Pak Ogah' di Pusat Perbelanjaan Tanah Abang
Mal Ciputra Cibubur...
Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Api Diduga dari Percikan Las
Rekomendasi
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Infografis
Elon Musk Mengkritik...
Elon Musk Mengkritik Jet Tempur Siluman F-35 yang Masih Berpilot
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved