Mal Masih Lesu

Rabu, 24 Juni 2020 - 07:23 WIB
loading...
Mal Masih Lesu
Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Sejak diizinkan beroperasi kembali pada 15 Juni 2020, pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di pusat perbelanjaan Plaza Indonesia misalnya, sebelum masuk ke dalam mal, pengunjung harus melakukan scan barcode dan mengisi data diri seperti nama, nomor telepon, dan alamat surat elektronik. Selain itu, pengunjung juga harus melewati scanner suhu tubuh yang dilengkapi dengan layar lebar (thermal camera).

Di dalam mal pengunjung wajib melakukan scan barcode di tenant yang hendak dikunjungi. Tak hanya Plaza Indonesia, mal lain di Ibu Kota seperti Central Park, Neo Soho Mal, Senayan City, Pacific Place juga melakukan hal serupa. Sejumlah fasilitas didesain touchless sehingga tangan pengunjung tak menyentuh langsung fasilitas seperti lift, tombol parkir, hingga saniter. Pengelola mal juga menyiapkan hand sanitizer di banyak tempat.

Para pengunjung yang masuk ke gerai tenant harus sabar mengantre karena setiap tenant diwajibkan membatasi jumlah pengunjung. Termasuk tenant yang sedang menggelar program diskon. Dengan ada protokol kesehatan tersebut, suasana di dalam mal menjadi lebih nyaman dan segar.

Tak terlihat penumpukan jumlah pengunjung di gerai-gerai yang sedang mengadakan diskon tengah tahun. Protokol yang ketat tersebut membuat pengunjung mal merasa tenang. Di Centarl Park mal, petugas mal berseragam hijau abu-abu pun bersiap berbaris di depan pintu masuk untuk mengecek kembali tanda konfirmasi pengunjung yang sudah mengisi data melalui QR Code. (Baca: 4 Tahun Menyamar, Marinir Gadugan Diciduk Polisi Militer)

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan, rata-rata kunjungan mal selama masa transisi sebesar 30%. Jumlah ini memang masih lebih kecil dari batas maksimal tingkat kunjungan yang sebesar 50% dari kapasitas mal. “Awal-awal sekitar 20%, kemudian mulai meningkat 30%, dan sekarang sudah mendekati 40%. Saya kira ini oke, yang penting bertahap,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Stefanus mengakui penurunan daya beli menjadi satu di antara faktor yang membuat mal masih sepi. Selain itu, beberapa tenant hiburan di mal seperti bioskop dan tempat bermain anak juga belum dibuka. Stefanus mengatakan, jumlah pengunjung tidak akan membeludak seperti sebelum pandemi Covid-19. Ini karena ada pertimbangan second wave (gelombang kedua) Covid-19 yang berpotensi terjadi.

“Walaupun saat ini mal sudah kembali beroperasi, tetapi tidak langsung orang banyak datang ke sana. Tentunya mereka memiliki pemikiran tersendiri tentang bahaya kesehatan atau bisa juga karena penghasilan mereka yang menurun karena dalam fase new normal baru mendapatkan kembali pekerjaan setelah lama dirumahkan atau terkena PHK,” kata Stefanus.

Dia mencontohkan pengalaman di China di mana industri ritel pada tahap awal hanya memiliki recovery rate 10%. Stefanus juga mengakui penjualan ritel memang sudah menurun saat Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus Covid-19 masuk ke Indonesia, ditambah lagi dengan ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat orang takut keluar rumah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Investor Baru IKN...
3 Investor Baru IKN Siap Tanam Investasi, Bangun Mal hingga Fasilitas Olahraga
Pappajack Soft Opening,...
Pappajack Soft Opening, Momentum DADA Perkuat Portofolio Properti Komersial
Kepri Mall Bertransformasi...
Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota Batam
Konsumsi Masyarakat...
Konsumsi Masyarakat Bakal Ngebut di Peak Season Nataru Bikin Sektor Ritel Pede Menatap 2026
Transformasi Mal, Ini...
Transformasi Mal, Ini Strategi Jitu LPKR Gaet Pengunjung dan Dongkrak Kinerja
Respons Fenomena Rojali,...
Respons Fenomena Rojali, Mendag: Lihat-lihat Barang Itu Wajar
Iduladha, The Park Pejaten...
Iduladha, The Park Pejaten Bagikan Hewan Kurban bagi Masyarakat Sekitar
Razia Pak Ogah di Pusat...
Razia 'Pak Ogah' di Pusat Perbelanjaan Tanah Abang
Mal Ciputra Cibubur...
Mal Ciputra Cibubur Kebakaran, Api Diduga dari Percikan Las
Rekomendasi
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved