Harga Gandum dan Biji-bijian Dunia Melonjak, Beras Berikutnya?
Senin, 13 Juni 2022 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Namun demikian, dia menyatakan bahwa risiko terhadap beras masih rendah karena persediaan beras global cukup dan panen di India diperkirakan akan baik pada musim panas ini.
Perang Rusia di Ukraina telah menaikkan harga gandum. Kedua negara yang tengah berkonflik tersebut adalah pengekspor utama gandum. Invasi Rusia telah mengganggu pertanian dan memblokir ekspor gandum dari negara tersebut. Harga gandum telah melonjak lebih dari 50% sejak setahun lalu.
Pada pekan lalu saja, harga gandum melonjak 4% setelah militer Rusia menghancurkan salah satu terminal ekspor gandum terbesar di Ukraina, seperti dilansir Reuters, yang mengutip pihak berwenang Ukraina.
Thailand dan Vietnam sedang dalam pembicaraan mengenai kesepakatan untuk meningkatkan harga ekspor beras mereka, menurut laporan Reuters yang mengutip seorang pejabat pemerintah Thailand pada akhir Mei.
Empat eksportir mengatakan kepada Reuters bahwa pedagang beras telah membeli lebih banyak beras India dalam dua minggu terakhir, menurut laporan 6 Juni.
"Saat ini, saya akan jauh lebih khawatir dengan India yang memberlakukan larangan ekspor beras dalam beberapa minggu mendatang – karena mereka memikirkan setelah gandum dan gula," David Laborde, peneliti senior di Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional.
Perang Rusia di Ukraina telah menaikkan harga gandum. Kedua negara yang tengah berkonflik tersebut adalah pengekspor utama gandum. Invasi Rusia telah mengganggu pertanian dan memblokir ekspor gandum dari negara tersebut. Harga gandum telah melonjak lebih dari 50% sejak setahun lalu.
Pada pekan lalu saja, harga gandum melonjak 4% setelah militer Rusia menghancurkan salah satu terminal ekspor gandum terbesar di Ukraina, seperti dilansir Reuters, yang mengutip pihak berwenang Ukraina.
Thailand dan Vietnam sedang dalam pembicaraan mengenai kesepakatan untuk meningkatkan harga ekspor beras mereka, menurut laporan Reuters yang mengutip seorang pejabat pemerintah Thailand pada akhir Mei.
Empat eksportir mengatakan kepada Reuters bahwa pedagang beras telah membeli lebih banyak beras India dalam dua minggu terakhir, menurut laporan 6 Juni.
"Saat ini, saya akan jauh lebih khawatir dengan India yang memberlakukan larangan ekspor beras dalam beberapa minggu mendatang – karena mereka memikirkan setelah gandum dan gula," David Laborde, peneliti senior di Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional.
Lihat Juga :