Ekonom: Investasi Telkom di GOTO Ramai Karena Dipolitisasi
Senin, 13 Juni 2022 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Piter menambahkan, dari sisi pergerakan harga saham, Telkomsel juga berpotensi meraup cuan luar biasa. Harga saham GOTO sudah melampaui harga saat IPO di Rp338, sementara nilai investasi Telkomsel sebesar Rp270 per saham.
Baca Juga: Polemik Investasi Telkom di GOTO
"Artinya sudah cuan triliunan dari investasi awal mereka. Floating loss Telkom adalah awal mula dari semua kekisruhan ini, lalu dibuat melebar dan kemudian dipolitisasi secara berlebihan. Isu awalnya sudah terjawab, lalu apa lagi motivasinya? Yang perlu diingat, politisasi berlebihan akan berdampak buruk terhadap iklim investasi startup yang justru saat ini menghadapi tantangan berat," tandasnya.
Piter mengingatkan, kendati GOTO adalah perusahaan tangguh. Akan tetapi, startup atau pun calon-calon unicorn lainnya di negeri ini9 masih membutuhkan investasi untuk dapat berkembang lebih jauh.
Hal senada diungkapkan pengamat ekonomi politik UIN Syarif Hidayatullah Dani Setiawan. Dia menilai ada manuver politis di kasus investasi Telkom. "Pilpres memang masih 2 tahun lagi, tapi upaya jegal menjegal sudah berlangsung dari sekarang. Maka itu mereka berebut memunculkan gagasan bikin pansus dan panja," ujar Dani.
Baca Juga: Polemik Investasi Telkom di GOTO
"Artinya sudah cuan triliunan dari investasi awal mereka. Floating loss Telkom adalah awal mula dari semua kekisruhan ini, lalu dibuat melebar dan kemudian dipolitisasi secara berlebihan. Isu awalnya sudah terjawab, lalu apa lagi motivasinya? Yang perlu diingat, politisasi berlebihan akan berdampak buruk terhadap iklim investasi startup yang justru saat ini menghadapi tantangan berat," tandasnya.
Piter mengingatkan, kendati GOTO adalah perusahaan tangguh. Akan tetapi, startup atau pun calon-calon unicorn lainnya di negeri ini9 masih membutuhkan investasi untuk dapat berkembang lebih jauh.
Hal senada diungkapkan pengamat ekonomi politik UIN Syarif Hidayatullah Dani Setiawan. Dia menilai ada manuver politis di kasus investasi Telkom. "Pilpres memang masih 2 tahun lagi, tapi upaya jegal menjegal sudah berlangsung dari sekarang. Maka itu mereka berebut memunculkan gagasan bikin pansus dan panja," ujar Dani.
(fai)
Lihat Juga :