Ekonom: Investasi Telkom di GOTO Ramai Karena Dipolitisasi
Senin, 13 Juni 2022 - 17:24 WIB
loading...
Investasi Telkom di GOTO dinilai sudah tepat dan melalui proses secara benar, memenuhi semua ketentuan dan persetujuan banyak pihak. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ekonom menilai investasi BUMN telekomunikasi di platform digital terbesar dan terintegrasi di Indonesia menguntungkan dari sisi capital gain, juga menjanjikan kolaborasi bisnis yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan. Namun, aksi korporasi yang dijalankan secara prudent tersebut dikeruhkan oleh politisasi berlebihan yang dikhawatirkan justru akan berdampak buruk terhadap iklim investasi, khususnya di sektor usaha rintisan yang tengah butuh dukungan.
Ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, investasi Telkom masuk ke bisnis digital tersebut dilakukan dengan cara yang cerdas, yakni berinvestasi dan bekerja sama dengan market leader. Proses investasi pun dijalankan secara benar, memenuhi semua ketentuan dan melalui proses persetujuan banyak pihak, termasuk restu dari Singtel, pemilik 35% saham Telkomsel.
Baca Juga: Kejar Keuntungan, GOTO Keluarkan Jurus Pengiritan
Keberadaan Telkom dan GOTO sebagai perusahaan publik menurutnya merupakan jaminan bahwa keduanya menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang benar (good corporate governance/GCG).
"Justru kita perlu mengapresiasi Telkomsel atas kebijakannya berinvestasi di GOTO. Karena GOTO adalah market leader dan jangkar utama ekonomi digital di negeri ini. Aneh apabila perusahaan telekomunikasi sebesar mereka tidak ikut berinvestasi di perusahaan yang menjadi penentu masa depan ekonomi digital. Akan menjadi penyesalan di kemudian hari," kata Piter Abdullah di Jakarta, Senin (13/6/2022).
Ekonomi CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, investasi Telkom masuk ke bisnis digital tersebut dilakukan dengan cara yang cerdas, yakni berinvestasi dan bekerja sama dengan market leader. Proses investasi pun dijalankan secara benar, memenuhi semua ketentuan dan melalui proses persetujuan banyak pihak, termasuk restu dari Singtel, pemilik 35% saham Telkomsel.
Baca Juga: Kejar Keuntungan, GOTO Keluarkan Jurus Pengiritan
Keberadaan Telkom dan GOTO sebagai perusahaan publik menurutnya merupakan jaminan bahwa keduanya menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang benar (good corporate governance/GCG).
"Justru kita perlu mengapresiasi Telkomsel atas kebijakannya berinvestasi di GOTO. Karena GOTO adalah market leader dan jangkar utama ekonomi digital di negeri ini. Aneh apabila perusahaan telekomunikasi sebesar mereka tidak ikut berinvestasi di perusahaan yang menjadi penentu masa depan ekonomi digital. Akan menjadi penyesalan di kemudian hari," kata Piter Abdullah di Jakarta, Senin (13/6/2022).
Lihat Juga :