alexametrics

Rupiah Jaga Tren Positif hingga Akhir Sesi, Dolar AS Berbalik Pulih

loading...
Rupiah Jaga Tren Positif hingga Akhir Sesi, Dolar AS Berbalik Pulih
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (24/6/2020) menjaga tren positif, meski masih berkutat di kisaran level Rp14.150/USD. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Rabu (24/6/2020) menjaga tren positif, meski masih berkutat di kisaran level Rp14.150/USD. Peningkatan tipis mata uang Garuda mengiringi USD yang juga menanjak naik setelah sebelumnya mengalami tekanan selama dua hari beruntun.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memperlihatkan rupiah menguat ke posisi Rp14.130/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.161 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.110 sampai dengan Rp14.159/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan sore anjlok menuju Rp14.220/USD Limas. Dimana terlihat kurs rupiah menyusut bila dibandingkan sesi pagi tadai pada level Rp14.162/USD.



Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada posisi Rp14.160/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah balik melawan usai kemarin berada di posisi Rp14.265/USD.

Sedangkan data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah stagnan pada level Rp14.142/USD dengan gerakan harian pada kisaran Rp14.120-Rp14.200/USD. Raihan tersebut menanjak dari sesi Selasa kemarin yang berada di posisi Rp14.200/USD.

Di sisi lain dolar AS (USD) mendapatkan kembali sedikit pijakan pada perdagangan, Rabu setelah dua hari beruntun mengalami kerugian, saat pasar mata uang merespon harapan pemulihan ekonomi dengan cepat.

(Baca Juga: IHSG Sesi Siang Terdongkrak 1,81% Saat Kurs Rupiah Coba Balik Melawan)

Mata uang AS memperoleh dorongan lebih dari 0,2% terhadap enam mata uang utama lainnya, ketika sentimen risiko memburuk pada awal perdagangan di Eropa. Sementara tekanan aksi jual menimpa beberapa mata uang utama, termasuk Poundsterling yang turun lebih dari sepertiga dari persen.

Euro memberikan beberapa keuntungan minggu ini, usai jatuh hampir 0,2%. Dolar Selandia Baru turun hampir 1% setelah bank sentral negara mengatakan ekonomi masih akan melemah dan menyatakan siap melakukan kebijakan moneter tambahan bila diperlukan.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top