alexametrics

Ekonomi Sulsel 2014 dinilai relatif stabil

loading...
Ekonomi Sulsel 2014 dinilai relatif stabil
Ilustrasi/Ist
A+ A-
Sindonews.com - Perlambatan ekonomi nasional yang diprediksi masih akan terjadi pada 2014 mendatang, diyakini tidak akan berpengaruh besar terhadap Sulawesi Selatan dan Barat.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, hal ini terlihat dari kontribusi positif kedua daerah ini selama dua tahun berturut. Pada 2012, ekonomi Sulsel dan Sulbar tumbuh 8,37 persen dan 9,01 persen relatif tinggi jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara pada 2013 ini, sebut dia, ekonomi Sulsel masih diproyeksikan tumbuh 7,4 persen sampai 7,8 persen. Sementara Sulbar lebih tinggi lagi mencapai 9,1-9,5 persen.



"Perlambatan ekonomi nasional diperkirakan tidak terlalu berdampak pada kedua provinsi ini. Langkah Pemerintah Daerah memperkuat infrastruktur ekonomi seperti sarana transportasi dan energi tepat untuk mendukung realisasi prospek ekonomi yang tinggi kedepan," ungkapnya Selasa (5/11/2013).

Meski demikian, untuk mewaspadai dampak ketidakpastian ekonomi global dan tekanan inflasi, Bank Indonesia menurut Mirza terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang diperlukan untuk meminimalkan dampak temporer inflasi.

Dalam tingkatan region, kualitas kajian ekonomi keuangan regional (KEKR) yang disusun kantor perwakilan wilayah (KPW) mampu memberikan masukan tentang arah pengembangan ekonomi di daerah dan perumusan kebijakan ekonomi daerah, termasuk identifikasi tantangan dan merumuskan opsinya.

"Karakteristik inflasi disetiap daerah unik dan tidak sama. Sehingga kebijakan pengendalian inflasi yang diterapkan juga cenderung berbeda. Program yang melibatkan KPW weperti sistem informasi harga pangan untuk mengurangi masalah struktur pasar dan rantai distribusi," jelasnya.

Menanggapi itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku pertumbuhan ekonomi wilayah ini tidak lagi di angka 7 persen, tapi sudah bertahan di atas 8 persen. Meski demikian, Gubernur dua periode ini memperkirakan triwulan pertama 2014, meski tak terlalu signifikan ekonomi Sulsel akan mengalami penurunan.

"Pasti turun di triwulan pertama. Tapi saya akan kejar di triwulan ketiganya dimana panen-panen besar akan terjadi seperti komoditas coklat kita," paparnya.

Karena itu yang harus dijaga, lanjut Syahrul, jangan sampai terjadi over head atau perkiraan yang berlebihan, sementara kemampuan daerah tidak sanggup mengatasi akselerasi yang cepat. Sebagai contoh, penyiapan energi yang harus terus digentok untuk mengantispasi laju investasi yang cepat di daerah ini.

"Kalau kita tidak bisa menyiapkan sekarang investasi akan mencapai titik balik. Makanya Kita berupaya ada blower baru dengan memanfaatkan tenaga angin yang 2014 sudah masuk ke Sidrap dan Jeneponto," tandasnya.
(gpr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak