Jangan Beli Kucing dalam Karung, Pahami Seluk Beluk Saham IPO!
Minggu, 19 Juni 2022 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Secara umum, prospektus merupakan dokumen yang wajib untuk diserahkan oleh calon emiten kepada Bursa Efek Indonesia.
Dokumen ini diserahkan sebelum suatu perusahaan melakukan penawaran umum perdana atau IPO. Prospektus sendiri berisi tujuan investasi, strategi, kinerja perusahaan serta manajemen.
Baca juga: OJK Atur Perusahaan Pembiayaan agar Tak Sembarang Main Saham
2. Memperhatikan Teaser
Selain membaca prospektus, Anda juga perlu memperhatikan teaser sebelum memutuskan untuk membeli saham IPO suatu perusahaan. Teaser merupakan dokumen yang bertujuan untuk menarik minat pasar sasaran investasi.
Berbeda dengan Prospektus yang berisi puluhan halaman, Teaser seringkali lebih singkat dan memberikan gambaran besar bagian positif suatu perusahaan yang dapat memengaruhi calon pembeli.
3. Melihat Industri dan Model Bisnis
Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah analisis terhadap industri dan bisnis model perusahaan. Anda perlu memahami bisnis dari perusahaan tersebut.
Selain itu, Anda juga sebaiknya memperhatikan kondisi, isu, rumor serta hal lain yang berkaitan pada kondisi keuangan emiten di masa depan. Anda dapat melihatnya melalui website perusahaan, sehingga informasi yang didapat pun lebih akurat.
Dokumen ini diserahkan sebelum suatu perusahaan melakukan penawaran umum perdana atau IPO. Prospektus sendiri berisi tujuan investasi, strategi, kinerja perusahaan serta manajemen.
Baca juga: OJK Atur Perusahaan Pembiayaan agar Tak Sembarang Main Saham
2. Memperhatikan Teaser
Selain membaca prospektus, Anda juga perlu memperhatikan teaser sebelum memutuskan untuk membeli saham IPO suatu perusahaan. Teaser merupakan dokumen yang bertujuan untuk menarik minat pasar sasaran investasi.
Berbeda dengan Prospektus yang berisi puluhan halaman, Teaser seringkali lebih singkat dan memberikan gambaran besar bagian positif suatu perusahaan yang dapat memengaruhi calon pembeli.
3. Melihat Industri dan Model Bisnis
Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah analisis terhadap industri dan bisnis model perusahaan. Anda perlu memahami bisnis dari perusahaan tersebut.
Selain itu, Anda juga sebaiknya memperhatikan kondisi, isu, rumor serta hal lain yang berkaitan pada kondisi keuangan emiten di masa depan. Anda dapat melihatnya melalui website perusahaan, sehingga informasi yang didapat pun lebih akurat.
Lihat Juga :