Indonesia Sudah Tak Impor Beras Selama Tiga Tahun, Ini Penyebabnya

Senin, 20 Juni 2022 - 07:14 WIB
loading...
Indonesia Sudah Tak...
Jokowi bersama Menteri PUPR meninjau Bendungan Sindangheula. Foto/@jokowi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) memastikan Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini tidak lagi melakukan impor beras dari negara luar karena hasil produksi beras secara nasional mencapai 31 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi nasional yang 28 juta ton.

Baca juga: Stok Beras Berlimpah, Ombudsman Minta Impor Ditunda

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat meninjau Bendungan Sindangheula bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang terletak di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Jumat (17/6/2022).

“Bendungan-bendungan di seluruh Tanah Air telah berpengaruh terhadap hasil produksi pangan kita. Hasil produksi beras secara nasional mencapai 31 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi nasional yang 28 juta ton. Karena itulah tiga tahun terakhir kita tidak mengimpor beras,” tulis Jokowi di akun twitter @jokowi dikutip Minggu, (19/06/2022)

Kepala negara menegaskan kehadiran bendungan di seluruh Tanah Air dinilai telah meningkatkan produktivitas pertanian dan dapat memberikan manfaat pengairan irigasi.

“Bendungan Sindangheula di Kab. Serang, ini saya resmikan tahun lalu. Keberadaan bendungan dapat memberikan manfaat pengairan irigasi bagi kurang lebih 1.289 ha sawah, sekaligus memacu produktivitas pertanian di wilayah sekitar,” tambahnya.

Pengamat pertanian Wayan Supadno mengatakan, langkah Jokowi membangun bendungan di beberapa daerah mulai terlihat dampaknya. Keberhasilan pemerintah menekan impor ini, kata Wayan, tidak lepas dari sistem yang dibangun beberapa tahun terakhir, yakni membangun bendungan sebagai "mesin raksasa" untuk irigasi ke sawah dan memacu produktivitas pertanian di daerah.



"Dengan adanya bendungan ini ada sebuah kepastian air untuk irigasi teknis ke persawahan, yang biasanya setahun sekali musim berendam saja, bisa dua sampai tiga kali,” kata Wayan Supadno Minggu (19/6/2022).

Lanjut Wayan, langkah Jokowi membangun bendungan di beberapa daerah itu sangat tepat. Ke depan, Indonesia bisa seperti China yang sejak 40 tahun lalu sudah gencar membangun bendungan, yang kemudian menjadi negara pengekspor beras ke beberapa negara.

“Benar itu, kita lihat RRC itu penduduknya 1,4 miliar, dia bisa sedikit impor pangan karena sekitar 40 tahun yang lalu itu banyak membangun bendungan," ungkapnya.

Menurut Praktisi Pertanian itu, Presiden Jokowi membangun bendungan-bendungan itu bukan hanya untuk saat ini, tetapi untuk jangka panjang. “Memang investasinya sangat besar sekali, tapi sangat bagus untuk jangka panjang di daerah-daerah yang selama ini frekuensi tanamnya sangat tinggi,” ujarnya.

Wayan Supadno yakin betul dengan dibangunnya bendungan oleh pemerintah, Indonesia bisa menjadi negara eksportir. Namun, kebijakan membangun bendungan ini tidak hanya dilakukan di wilayah Jawa saja, tetapi juga dilakukan di wilayah-wilayah yang berpotensi seperti di Kalimantan.

Baca juga: 5 Polwan Cantik Nggak Bikin Bosan, Nomor 3 Dilirik Hotman Paris Hutapea

“Harusnya kita bisa jadi eksportir kalau mau tidak hanya di Serang saja, Jawa saja, tapi juga di Kalimantan yang berpotensi untuk menjadi sawah yang ada sumber airnya seperti di Serang, hendaknya dijadikan sawah, buat bendungan libatkan praktisi inovatif untuk menjadi developer swasta sawah, itu penting sekali,” yakinnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Harga Tepung Beras Melonjak,...
Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan
Surplus Beras 13%, Indonesia...
Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini
Indonesia Resmi Lepas...
Indonesia Resmi Lepas Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Rekomendasi
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Meksiko Tumbangkan Ceko...
Meksiko Tumbangkan Ceko 3-0 di Laga Penutup Grup A Piala Dunia 2026
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Berita Terkini
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved